Channa Striata, Ikan Pemburu yang Mirip Seperti Ular

Ilustrasi channa striata (Foter)

Penulis: Tanti Malasari, Editor: Nazarudin - Kamis, 13 Januari 2022 | 12:00 WIB

Sariagri - Ikan channa striata atau lebih populer dikenal dengan nama ikan gabus, adalah salah satu jenis ikan air tawar. Mereka merupakan genus ikan predator yang andal, dari keluarga Channidae

Selain kedua nama tersebut, banyak juga yang menyebut ikan ini dengan snakehead emperor, yang berarti kaisar kepala ular. Tentu bukan tanpa alasan, sebab kepala dari ikan ini memang terlihat seperti kepala ular dengan tubuh memanjang dan berwarna gelap.

Secara umum, ciri-ciri fisiknya hampir sama dengan ikan gabus. Mereka memiliki sirip dada berukuran setengah dari panjang kepala. Sirip punggung terdiri atas 37-46 duri/jari-jari, sirip dubur terdiri atas 23-29 duri, sirip dada terdiri atas 15-17 duri, dan sirip perut terdiri atas 6 duri. Untuk sirip ekor mereka berbentuk bulat.

Fakta menarik ikan channa striata

1. Ukurannya bisa mencapai 1 meter

Channa striata bisa tumbuh hingga 1 meter. Dalam setahun mereka akan memanjang berkisar 30-36 cm. Saat berukuran 30 cm, mereka akan matang secara seksual. Namun ikan channa betina, baru akan matang secara seksual saat berumur 2 tahunan.

2. Hidup di perairan berlumpur

Channa striata menyukai habitat kolam dan aliran air tawar, biasanya di perairan berlumpur stagnan, seperti dataran di India. Mereka juga muncul di reservoir di Sri Lanka. Di Malaysia sudah banyak ditemukan di sungai, danau, rawa, sawah, kolam penambangan dan parit pinggir jalan.

3. Ikan karnivora

Channa striata adalah ikan karnivora. Mereka sehari-hari akan menjadi pemburu, penyergap untuk memakan cacing, udang, katak, dan ikan lainnya di alam liar.

4. Menghirup udara dari atmosfer

Untuk dapat bernapas, mereka perlu menghirup udara dari atmosfer. Organ pernapasannya berkembang dalam waktu sekitar 60 hari selama pertumbuhan dari panjang 1 hingga 4,5 cm pada suhu 26-28 ºC.

5. Cepat beradaptasi

Kehebatan yang dimilikinya, mereka cepat beradaptasi dan mampu bertahan hidup di cuaca ekstrem seperti saat musim kemarau. Meski perairan tempat mereka tinggal memiliki kadar asam pada pH 7-8, mereka mampu menggali lumpur pada danau, kanal dan rawa mencapai 1-2 meter.

6. Menghasilkan banyak telur

Satu ekor ikan channa striata betina mampu menghasilkan sekitar 10.000-11.000 butir telur, diameter 0,9-2,3 milimeter. Telur tersebut akan menetas dalam waktu 24 jam. Mereka bisa bertahan hidup tanpa diberi pakan sampai dua hari, karena masih menyimpan makanan cadangan.

Meski tampangnya menyeramkan dan tidak seperti ikan pada umumnya, namun rasa dari ikan ini sangatlah lezat. Banyak orang yang memanfaatkan ikan ini sebagai lauk pauk sehari-hari. Tingginya nutrisi yang terkandung di dalamnya, membuat harganya menjadi cukup mahal.

Di pasaran, ikan channa lokal bisa dijual dengan harga berkisar Rp30.000 – Rp45.000 per ekor. Sementara, jenis ikan channa yang akan diimpor seperti, pulchra ukuran kecil dijual dengan harga sekitar Rp50.000 per ekor.

Baca Juga: Channa Striata, Ikan Pemburu yang Mirip Seperti Ular
Fakta Ikan Cere, Ikan yang Dikenal sebagai Pembasmi Nyamuk

Namun ada hal yang harus diperhatikan jika ingin memelihara atau membudidaya ikan ini. Selain itu menjadi predator, ikan channa juga termasuk ikan yang menguasai wilayah. Oleh karena itu, ia tidak dapat dicampur dengan ikan lain, seperti cupang dan bahkan ikan sesama jenis.

Untuk pakannya sendiri, ikan channa biasa memakan udang, jangkrik, ikan cere, kecoa dubia, hingga cacing tanah. Selain pakan alami, ikan channa juga bisa diberikan pakan buatan seperti misalnya pelet. Pemberian pakan normalnya sehari 1-2 kali makan, pagi dan sore hari.

Video Terkait