Dua Orca Jantan di Afsel Kerap Menyerang Hiu hingga Jumlahnya Menurun

Ilustrasi paus orca. (Foto: Unsplash)

Editor: Putri - Jumat, 1 Juli 2022 | 18:35 WIB

Sariagri - Di perairan lepas Afrika Selatan, pembunuhan ikan hiu berlangsung. Sejak 2017, sepasang orca jantan (Orcinus orca) menyerang setidaknya delapan hiu putih besar (Carcharodon carcharias) di dekat pantai Gansbaai, mencabik-cabik ikan yang menakutkan itu dan memakan hati mereka.

Beberapa hiu, yang secara berkala ditemukan mati dan diteliti oleh para ilmuwan di pantai terdekat, bahkan kehilangan jantungnya.

Tampilan mengerikan seperti itu tidak biasa bagi orca, yang telah diamati membunuh segala sesuatu mulai dari ikan kecil hingga hiu, singa laut, bahkan paus biru.

Hal yang jarang dari "duel" dari kedua hewan laut itu memiliki dampak yang jelas dan langsung pada habitat hiu. Hal tersebut disampaikan oleh penulis sebuah studi baru yang diterbitkan Rabu 29 Juni 2022, di Jurnal Ilmu Kelautan Afrika.

Mengutip Live Science, Jumat (1/7/2022), menurut para peneliti, penampakan hiu putih besar menurun secara dramatis di daerah itu. Tepatnya sejak dua orca itu mulai berkeliaran lima tahun lalu.

Menggunakan kombinasi pengamatan jangka panjang dan data penandaan, para peneliti menemukan bahwa belasan hiu secara aktif menghindari daerah pantai Gansbaai ketika orca berada di dekatnya.

Hiu yang diamati terkadang menghilang selama berminggu-minggu atau berbulan-bulan. Banyak hiu yang meninggalkan wilayah secara historis didominasi oleh hiu putih besar.

"Apa yang tampaknya kita saksikan adalah strategi penghindaran skala besar, mencerminkan apa yang kita lihat digunakan oleh anjing liar di Serengeti di Tanzania, sebagai tanggapan atas peningkatan kehadiran singa," kata penulis utama studi Alison Towner, seorang ahli biologi senior yang mempelajari hiu putih.

"Semakin sering orca mengunjungi situs-situs ini, semakin lama hiu putih besar menjauh," tambahnya.

Gansbaai terletak sekitar 120 km timur Cape Town. Menurut penulis penelitian, kehadiran hiu putih besar sepanjang tahun di daerah tersebut membuat Gansbaai menjadi tujuan wisata populer bagi pengamat hiu.

Mencapai hingga 4,9 meter panjangnya dan memiliki beberapa baris hingga 300 gigi bergerigi seperti pisau, hitu putih Gaansbai adalah salah satu predator teratas. Namun mulai 2015, hiu Gansbaai menemukan tandingannya ketika hadirnya sepasang orca jantan dewasa.

Seperti penjahat kartun, orca mudah dikenali dari bekas luka pertempuran mereka; sirip punggung yang mengarah ke kanan, sementara yang lainnya bengkok ke kiri.

Hampir setiap pengamat melihat kedua orca di Gansbaai, seekor hiu putih besar terdampar mati di pantai. Dalam enam bulan setelah kematian hiu pertama, penampakan hiu setiap hari di Gansbaai anjlok dari lebih dari enam penampakan per hari menjadi hanya satu.

Baca Juga: Dua Orca Jantan di Afsel Kerap Menyerang Hiu hingga Jumlahnya Menurun
Ilmuwan Ungkap Penyebab Punahnya Hiu Purba Megalodon

Deteksi hiu yang ditandai dengan pemancar elektronik juga menurun. Sebelum serangan pada 2017, antara tiga dan delapan hiu yang ditandai terdeteksi di daerah itu setiap hari.

Selama beberapa bulan setelahnya, angka itu turun menjadi nol. Data pemancar menunjukkan bahwa hiu terkadang berenang ratusan kilometer jauhnya dari Gansbaai dalam beberapa hari setelah serangan orca. Dalam beberapa kasus, hiu menjauh selama enam bulan atau lebih sebelum akhirnya kembali.

Video Terkait