Peningkatan Perikanan dan Akuakultur Jadi Harapan untuk Ketahanan Pangan

Ilustrasi Industri Perikanan. (Foto: Pixabay)

Editor: Putri - Jumat, 1 Juli 2022 | 17:05 WIB

Organisasi Pangan dan Pertanian Dunia (FAO) mengatakan bahwa produksi ikan, kerang, dan ganggang mencapai tingkat rekor pada 2020, baik yang liar maupun dibudidayakan. Peningkatan berbagai komoditas tersebut di masa depan menjadi hal vital untuk memerangi kelaparan dunia.

Mengutip France 24, Jumat (1/7/2022), dalam sebuah laporannya, FAO menjelaskan bahwa dengan didorong oleh pertumbuhan akuakultur berkelanjutan, sektor perikanan global dan pertanian akuatik bersama-sama dapat menghasilkan 214 juta ton.

Total nilai penjualan pertama produksi pada 2020 mencapai 400 juta dolar Amerika Serikat (AS) atau sekitar Rp6 triliun, dengan 265 juta dolar AS atau sekitar Rp4 triliun berasal dari akuakultur. Sektor itu pun siap untuk melakukan ekspansi lebih lanjut.

Garis tren itu menjadi kabar baik bagi dunia yang menghadapi kenaikan harga dan kekurangan pangan akibat invasi Rusia ke Ukraina, rantai pasokan yang terganggu, dan inflasi.

Pertumbuhan perikanan dan akuakultur sangat penting dalam upaya kami untuk mengakhiri kelaparan dan kekurangan gizi global, kata Direktur FAO Qu Dongyu. 

Namun, hasil laut yang ditangkap secara berlebihan, perubahan iklim, dan polusi jika dibiarkan tidak tertangani, dapat mengancam potensi besar tersebut.

Pertumbuhan akuakultur sering terjadi dengan mengorbankan lingkungan, kata Qu.

Banyak tambak udang di Vietnam, Cina, dan Kamboja, misalnya, menggusur hutan bakau yang merupakan tempat pembibitan kehidupan laut dan penghalang penting terhadap gelombang badai. Sementara para ahli mengatakan perubahan iklim menimbulkan tantangan lainnya.

“Air yang memanas akan menciptakan lingkungan di mana ada kemungkinan lebih banyak penyakit bakteri,” kata Direktur Kebijakan Perikanan dan Akuakultur di Monterey Bay Aquarium, Josh Madeira.

Secara global, 17 persen protein yang dikonsumsi manusia berasal dari sumber air. Di banyak negara Asia dan Afrika, angka itu meningkat hingga lebih dari 50 persen.

Baca Juga: Peningkatan Perikanan dan Akuakultur Jadi Harapan untuk Ketahanan Pangan
Ide Tanam Porang di Lorong Kota untuk Tingkatkan Ekonomi Masyarakat

Makanan laut liar atau hasil budidaya dan perairan pedalaman juga merupakan sumber penting asam lemak omega-3 esensial dan zat gizi mikro.

Makanan akuatik semakin dikenal karena peran kuncinya dalam ketahanan pangan dan nutrisi,” jelas Qu.

Negara-negara Asia menyumbang 70 persen perikanan dan budidaya hewan air dunia pada 2020. Cina sejauh ini tetap menjadi produsen perikanan teratas, diikuti oleh Indonesia, Peru, Rusia, Amerika Serikat, dan Vietnam.

Video Terkait