Produk Perikanan Indonesia Diterima di 171 Negara, Ini Unggulannya

Ilustrasi - Ikan tuna. (Antara)

Editor: Arif Sodhiq - Selasa, 28 Juni 2022 | 19:40 WIB

Sariagri - Produk perikanan Indonesia telah diterima di 171 negara di dunia dengan tuna, cakalang, udang, cumi-cumi, lobster dan kepiting sebagai unggulan. Negara tujuan ekspor utama, antara lain Amerika Serikat, Cina, Jepang, dan Uni Eropa.

"Unggulan utama ekspor produk perikanan Indonesia adalah tuna, cakalang, udang, cumi-cumi, lobster, dan kepiting," ujar Kepala Pusat Standardisasi Sistem dan Kepatuhan, Badan Karantina Ikan, Pengendalian Mutu dan Keamanan Hasil Perikanan (BKIPM) Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) Teguh Samudro di Temanggung, Jawa Tengah, Selasa (28/6/2022).

Dia menyampaikan itu seusai kegiatan Bulan Mutu Karantina 2022 yang diselenggarakan Stasiun Karantina Ikan dan Pengendalian Mutu Hasil Perikanan (SKIPM) Yogyakarta di Desa Purbosari Kecamatan Ngadirejo, Kabupaten Temanggung.

Teguh menyebutkan nilai ekspor produk perikanan tahun 2021 sekitar 5,5 miliar dolar AS dan ditargetkan tahun ini bisa menjadi 6,5 miliar dolar AS.

Baca Juga: Produk Perikanan Indonesia Diterima di 171 Negara, Ini Unggulannya
Perkuat Kerja Sama Maritim, KKP Genjot Ekspor Perikanan ke Cina



"Tentu hal ini di samping potensi yang ada, kemudian program yang ada juga sangat mendukung untuk peningkatan produksinya. Kami juga harus memastikan bahwa produk yang dihasilkan ini memang memenuhi standar mutu yang disyaratkan negara tujuan," katanya.

Menurut dia standar yang disyaratkan ini dinamikanya berkembang terus karena dikaitkan dengan isu kesehatan. Hal ini merupakan isu perdagangan sehingga dikaitkan dengan kesehatan lingkungan, kesehatan manusia, kesehatan hewan dan lain-lain.

"Tugas kami di BKIPM memastikan produk yang dihasilkan oleh KKP ini terjamin mutu kesehatan dan keamanannya. Sejak dari awal produksi, sejak dari kapal untuk perikanan tangkap dan di pembenihan untuk perikanan budidaya," katanya.

Dia menambahkan apakah ikan itu akan diekspor atau untuk konsumsi lokal mutu kesehatan dan keamanannya tidak berbeda. 

Video Terkait