Hasil Laut Berlimpah, Kalteng Pacu Pengembangan Produk Olahan

Bimbingan teknis pengembangan produk olahan hasil laut di Kuala Pembuang, Seruyan, Kamis, (23/6/2022). (Antara/HO-Disdagperin Kalteng)

Editor: Yoyok - Jumat, 24 Juni 2022 | 10:30 WIB

Sariagri - Pemerintah Provinsi Kalimantan Tengah melalui Dinas Perdagangan dan Perindustrian (Disdagperin) terus memacu peningkatan kemampuan masyarakat di Kabupaten Seruyan dalam pengembangan produk olahan hasil laut.

Kepala Disdagperin Kalteng, Aster Bonawaty, mengatakan, Seruyan yang terletak di garis pantai memiliki potensi hasil laut besar dengan komoditi unggulan ikan tenggiri dan ikan pipih.

"Berlimpahnya hasil laut ini, selain untuk dikonsumsi langsung, juga dapat diolah menjadi produk-produk pangan, sehingga sangat potensial untuk terus dipacu pengembangannya," ujarnya di Palangka Raya, Jumat (24/6).

Ragam produk olahan dimaksud, di antaranya seperti kerupuk, amplang, abon, aneka makanan beku yang berbahan dasar ikan dan lainnya. Ketersediaan bahan baku yang berlimpah ini, sudah seharusnya dapat dimanfaatkan oleh para pelaku usaha industri kecil dan menengah (IKM).

Dia menjelaskan, sesuai arahan Gubernur Kalteng Sugianto Sabran, Disdagperin harus optimal melaksanakan pendampingan kepada pelaku IKM dalam pengembangan produk. Maka salah satu implementasinya, yakni melalui bimbingan teknis kepada IKM Seruyan dalam pengembangan produk olahan hasil laut.

Aster memaparkan, pendampingan atau kegiatan peningkatan kemampuan ini sangat diperlukan agar para pelaku IKM dapat menjalankan usahanya dengan mengolah ikan-ikan tersebut menjadi produk olahan pangan yang enak, sehat dan bergizi.

 "Pengolahan produk yang baik dengan menjaga kualitas produk dengan rasa yang enak, renyah, bersih dan kemasan yang menarik, serta mampu menarik minat calon pembeli," tegasnya.

Diharapkan dengan bimbingan teknis ini, pelaku IKM di Seruyan tumbuh lebih maju dan hebat dari sebelumnya. Adapun sebagai instruktur adalah Yuliatma dari Tampung Parei Palangka Raya, yang memberikan materi serta praktik mengenai pengolahan produk dari hasil laut.

Lebih lanjut wanita yang akrab disapa Ona ini menjelaskan, industri makanan dan minuman menjadi salah satu sektor andalan penopang pertumbuhan manufaktur dan ekonomi nasional.

Peran penting sektor strategis ini terlihat dari kontribusinya yang konsisten dan signifikan terhadap Produk Domestik Bruto (PDB) Industri Non-Migas serta peningkatan realisasi investasi. Potensi pasar dalam negeri dengan jumlah penduduk sebesar 258,7 juta orang, akan menjadi pangsa pasar yang menjanjikan.

 "Oleh karenanya kami mendorong pelaku IKM memaksimalkan peluang ini, dengan terus memacu peningkatan kreativitas, kapasitas produksi dan penyerapan tenaga kerja yang maksimal," jelasnya.

Baca Juga: Hasil Laut Berlimpah, Kalteng Pacu Pengembangan Produk Olahan
KKP Siap Luncurkan 500 Produk UMKM Perikanan

Hingga pada akhirnya dengan semakin meningkatnya kompetensi masyarakat maupun pelaku usaha khususnya IKM dalam pengolahan hasil laut tersebut, dapat memperluas jangkauan pasarnya tak hanya skala lokal, namun juga nasional bahkan internasional.

 "Langkah yang perlu dijalankan, antara lain peningkatan mutu dan produktivitas serta efisiensi di seluruh rantai produksinya. Kami siap mendampingi para pelaku IKM ini," pungkasnya.

Video Terkait