Catat! Ini Tips Olah Daging yang Benar di Tengah Wabah PMK

Ilustrasi daging sapi beku (Pixabay)

Penulis: Rashif Usman, Editor: Tatang Adhiwidharta - Rabu, 22 Juni 2022 | 18:00 WIB

Sariagri - Penyakit Mulut dan Kuku (PMK) atau dikenal dengan Foot and Mouth Disease adalah penyakit hewan menular yang menyerang ternak seperti sapi, kerbau, kambing, dan babi.

Meski penyakit ini terkonfirmasi dapat menyebar cepat mengikuti arus transportasi daging dan ternak terinfeksi, namun PMK dipastikan tidak beresiko terhadap kesehatan manusia.

Kementerian Pertanian menegaskan bahwa kasus PMK memang berbahaya bagi hewan, namun tidak untuk manusia. Hal ini diungkap melalui Pedoman Kesiagaan Darurat Veteriner Indonesia.

Meski begitu, wabah PMK tetap saja menjadi kekhawatiran banyak orang. Mereka merasa khawatir soal keamanan daging yang dikonsumsi sehari-hari.

Mengutip dari laman Instagram @kementerianpertanian, daging, jeroan, tulang, kepala yang berasal dari hewan tertular PMK berpotensi menulakan ke hewan rentan PMK, seperti sapi, kerbau, domba dan kambing sehingga perlu dilakukan perlakuan yang benar.

Ini tips olah daging yang benar dari pasar tradisional di tengah wabah PMK

1. Dinginkan Lalu Bekukan

Apabila daging tidak langsung dimasak atau akan disimpan dalam lemari es, maka daging bersama kemasan disimpan terlebih dahulu pada suhu dingin (chiller) minimal 24 jam.

Baca Juga: Catat! Ini Tips Olah Daging yang Benar di Tengah Wabah PMK
Kenapa Daging Ayam Harus Disajikan dalam Kondisi Matang?

2. Daging Tidak Dicuci Sebelum Diolah

Rebus daging selama 30 menit di ari mendidih.

3. Pastikan Memilih Jeroan yang Sudah Direbus

Jika jeroan masih mentah, rebus terlebih dahulu dalam air mendidih selama 30 menit sebelum disimpan dalam kulkas atau diolah.

4. Bekas Kemasan Daging Tidak Langsung Dibuang

Sebelum dibuang, rendam terlebih dahulu kemasan dengan deterjen atau cuka dapur guna mencegah cemaran virus ke lingkungan.

Video Terkait