Terdampak Banjir, Pengusaha Ikan Koi Ini Rugi Rp1,5 Milliar

Pemilik kolam ikan koi milik Ni Kadek Sri Dewy Danayanti. (Sariagri/Yongki)

Editor: M Kautsar - Selasa, 21 Juni 2022 | 17:50 WIB

Sariagri - Banjir air Sungai Meninting pada Minggu (19/6/2022) lalu berdampak terhadap salah satu pengusaha ikan koi di Desa Mambalan, Kecamatan Gunungsari, Nusa Tenggara Barat (NTB). Luapan air yang tidak bisa terkontrol menyebabkan terjadinya banjir di sepanjang sepadan sungai hingga menerjang kolam ikan koi milik Ni Kadek Sri Dewy Danayanti.

Kolam ikan koi miliknya menjadi keruh berbau bahkan bercampur dengan lumpur, akibat dari luapan air. Di mana ribuan ikan koi yang siap panen dan yang akan di kirim ke luar daerah hanyut dibawa arus.

Kondisi ini membuatnya merugi hingga Rp1,5 miliar lebih. Sri mengatakan kerugian ini merupakan estimasi dari jumlah ikan koi yang dipelihara di atas lahannya seluas 1 hektare lebih termasuk kerugian lain, seperti kerusakan fasilitas di sekitar tempat usahanya.

"Kalau kita bicara kerugian sangat besar karena ini kan ikan yang kita pelihara itu semua hilang tidak memiliki sisa, dan yang Rp1,5 milliar itu kerugian hanya pada ikan saja belum yang lain," kata Sri kepada Sariagri, Selasa (21/06/2022).

Sri menuturkan, ketika air sungai meluap, kolam-kolam langsung diterjang. Bahkan tembok pembatas di tempat itu ambruk.

Beruntungnya, masih ada beberapa ekor ikan yang hidup, inilah yang sedang diupayakan diselamatkan untuk selanjutnya dipindah ke kolam khusus tempat karantina. Saat ini pihaknya hanya bisa membersihkan sisa banjir di kolam yang keruh dengan cara dikuras dan menyelamatkan sisa ikan koi yang masih hidup dengan perkiraan masa pemulihan ikan selama satu bulan.

Karena menurutnya, budidaya ikan koi sangat bergantung pada perawatan dan tempat pemeliharaannya, jika kedua itu tidak diperhatikan maka ikan-ikan tersebut akan mati.

"Kita sangat menyayangkan kondisi ini terjadi padahal sebelumnya air sungai tidak ada yang meluap, namun baru kali ini ada banjir dengan proses yang begitu cepat," pungkasnya.

Video Terkait