Tolak Klaim China, Taipei Sebut Selat Taiwan adalah Jalur Internasional

Ilustrasi Selat Taiwan. (Foto: Wikimedia Commons)

Editor: Putri - Selasa, 14 Juni 2022 | 19:10 WIB

Sariagri - Kementerian Luar Negeri Taiwan mengatakan bahwa Selat Taiwan adalah jalur air internasional. Pemerintah Taiwan juga mendukung kapal perang Amerika Serikat (AS) yang transit di area tersebut.

Pernyataan tersebut sekaligus menolak klaim China untuk menjalankan kedaulatan atas jalur strategis tersebut. Mengutip Reuters, selat sempit itu sering menjadi sumber ketegangan militer sejak pemerintah Republik China melarikan diri ke Taiwan pada 1949.

Mereka kalah perang saudara dengan komunis, yang akhirnya mendirikan Republik Rakyat China.

Dalam beberapa tahun terakhir, kapal perang AS dan kadang-kadang kapal-kapal dari negara-negara sekutu seperti Inggris dan Kanada, berlayar melalui selat itu. Hal tersebut memicu kemarahan Pemerintah China.

Pada Senin 13 Juni 2022, Kementerian Luar Negeri China mengatakan bahwa Negeri Tirai Bambu "memiliki kedaulatan, hak berdaulat, dan yurisdiksi atas Selat Taiwan."

"Itu adalah klaim palsu ketika negara-negara tertentu menyebut Selat Taiwan sebagai 'perairan internasional' sebagai dalih untuk memanipulasi masalah yang berkaitan dengan Taiwan dan mengancam kedaulatan dan keamanan China," kata juru bicara Kementerian Luar Negeri China Wang Wenbin.

Di Taiwan, juru bicara Kementerian Luar Negeri Taiwan Joanne Ou mengatakan komentar seperti itu adalah sebuah kekeliruan.

"Selat Taiwan adalah perairan internasional dan perairan di luar perairan teritorial kami tunduk pada prinsip 'kebebasan laut lepas' dari hukum internasional," kata Joanne Ou.

Baca Juga: Tolak Klaim China, Taipei Sebut Selat Taiwan adalah Jalur Internasional
5 Manfaat Mengonsumsi Ikan Kerapu Bagi Kesehatan, Apa Saja?

Taiwan selalu menghormati kapal asing di Selat Taiwan yang mematuhi hukum internasional, termasuk lintas damai, kata Ou.

"Kami memahami dan mendukung kontribusi misi kebebasan navigasi AS untuk mempromosikan perdamaian dan stabilitas regional," ujar Ou.

Pemerintah Taiwan mengatakan China tidak memiliki hak untuk berbicara atau mengklaim kedaulatan. Pihak Taaiwan juga mengatakan hanya rakyat Taiwan yang dapat memutuskan masa depan mereka sendiri dan Republik Rakyat China tidak pernah menguasai bagian mana pun dari pulau itu.

Video Terkait