BKSDA Sumsel Gagalkan Penyelundupan 2.287 Telur Penyu Sisik

Telur penyu hasil penyelundupan. (KLHK)

Editor: M Kautsar - Selasa, 14 Juni 2022 | 17:55 WIB

Balai Konservasi Sumber Daya Alam Sumatera Selatan (BKSDA Sumsel) bersama pihak terkait lainnya berhasil mengamankan upaya penyelundupan ribuan butir telur penyu sisik (Eretmochelys imbricata).

“Wilayah perairan Provinsi Kepulauan Bangka Belitung merupakan daerah jelajah penyu, termasuk jenis penyu sisik (Eretmochelys imbricata). Jenis penyu ini masuk dalam daftar satwa liar yang dilindungi peraturan perundangan dan dilarang dalam segala bentuk perdagangan internasional. Perlu sinergi antara BKSDA Sumsel dengan para pihak di dalam upaya konservasi berbagai jenis penyu di Provinsi Kepulauan Bangka Belitung,” kata Kepala BKSDA Sumsel, Ujang Wisnu Barata.

Sebanyak 2.287 butir telur penyu sisik yang diamankan kemudian dibawa dan ditetaskan secara alami di Kawasan Hutan Lindung Bangka Island Outdoor (BIO), Sungailiat, Kabupaten Bangka, Provinsi Kepulauan Bangka Belitung.

“Apresiasi yang setinggi-tingginya untuk seluruh pihak yang terkait, semoga ini bisa menjadi langkah yang baik untuk kedepannya terhadap konservasi penyu di Provinsi Kepulauan Bangka Belitung,” jelasnya.

Upaya penyelundupan ribuan telur penyu ini berasal dari Pulau Gelasa, yang dilakukan oleh  orang berinisial Y dengan menggunakan kapal nelayan yang kemudian diamankan oleh Ditpolairud Polda Babel pada Rabu, 8 Juni 2022 pukul 05.00 WIB.

Baca Juga: BKSDA Sumsel Gagalkan Penyelundupan 2.287 Telur Penyu Sisik
5 Manfaat Mengonsumsi Ikan Kerapu Bagi Kesehatan, Apa Saja?

Pelaku berinisial Y yang ditangkap kemudian ditetapkan sebagai tersangka dan langsung diamankan di Markas Komando (Mako) Ditpolairud Babel. Pelaku terancam hukuman maksimal 5 tahun penjara dan denda sebesar Rp100 juta, karena melanggar Pasal 21 ayat (2) Undang-Undang No. 5 Tahun 1990 tentang Konservasi Sumber Daya Alam Hayati dan Ekosistemnya.

Untuk diketahui, penyu sisik adalah jenis satwa yang dilindungi berdasarkan Peraturan Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan No. P.106/MENLHK/SETJEN/KUM.1/6/ 2018. Berdasarkan ketentuan Convention on International Trade in Endangered Species of Wild Fauna and Flora (CITES), penyu sisik (Eretmochelys imbricata) masuk dalam kategori Appendix I.