Mengenal Hiu Berjalan dan Inisiasi Perlindungannya oleh Pemerintah

Salah satu jenis ikan hiu berjalan. (KKP)

Editor: M Kautsar - Selasa, 14 Juni 2022 | 13:30 WIB

Sariagri - Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) melalui Direktorat Konservasi dan Keanekaragaman Hayati Laut (Dit. KKHL) mengadakan pertemuan yang bertajuk Temu Pakar untuk Usulan Inisiatif Perlindungan Hiu Berjalan (Hemiscyllium spp.).

Hal tersebut demi menginisiasi perlindungan ikan hiu berjalan atau yang lebih dikenal dengan walking sharks guna mencegah kepunahannya di alam.

“Berdasarkan penilaian pada tahun 2020, seluruh spesies hiu berjalan telah masuk dalam daftar merah The International Union for Conservation of Nature (IUCN) mengingat kerentanan dan kelangkaannya. Bahkan, dua spesies ikan hiu berjalan masuk ke dalam kategori hampir terancam (near threatened), tiga spesies dikategorikan rentan (vulnerable), dan satu spesies memiliki kategori sedikit perhatian (least concern),” ujar Direktur KKHL, Andi Rusandi.

Andi menjelaskan, ikan ini cenderung mendapat tekanan yang berasal dari faktor antropogenik. Di samping itu, ikan hiu berjalan memiliki pergerakan yang lamban dan tidak berbahaya sehingga mudah untuk ditangkap.

“Meskipun jenis ikan hiu ini bukan merupakan target sebagai ikan konsumsi, tapi pemanfaatannya diduga semakin meningkat untuk keperluan ikan hias sehubungan dengan karakter dan morfologinya yang unik. Padahal, ikan ini memiliki potensi yang tinggi dari sisi pariwisata, yaitu sebagai salah satu jenis ikan yang memiliki daya tarik bagi para penyelam,” jelasnya.

Selain itu, lanjutnya, ikan hiu berjalan dari genus Hemiscyllium merupakan spesies endemik yang ditemukan di perairan Papua, Papua Barat, Maluku, Maluku Utara, Papua Nugini, dan Australia. Terdapat sembilan spesies hiu berjalan hingga saat ini di dunia, enam di antaranya ditemukan di perairan Indonesia.

Andi menambahkan, upaya untuk menjaga dan menjamin keberadaan, ketersediaan, dan kesinambungan ikan hiu berjalan adalah dengan tetap memelihara dan meningkatkan kualitas nilai dan keanekaragaman sumber daya ikan dan lingkungannya secara berkelanjutan. Karenanya, perlu dilakukan langkah-langkah pengelolaan.

Mengenal ikan hiu berjalan

Peneliti Pusat Riset Oseanografi (PRO), Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN), Fahmi menerangkan alasan dinamakan hiu berjalan karena pergerakannya di dasar perairan seperti sedang berjalan, bukan berenang sebagaimana jenis ikan pada umumnya.

Hal ini disebabkan sifat biologi kelompok ikan tersebut yang cenderung menetap di dasar perairan dan lebih menggunakan otot sirip dadanya/pektoral untuk melakukan pergerakan tersebut. Ikan ini termasuk kelompok ikan berukuran kecil. Ukurannya kurang dari 100 centimeter, sehingga dengan ukuranan tubuhnya ini memiliki kerentanan terhadap kepunahan.

Baca Juga: Mengenal Hiu Berjalan dan Inisiasi Perlindungannya oleh Pemerintah
KKP Salurkan Bantuan 43 Ribu Benih Ikan Papuyu di Kalimantan Tengah

"Berdasarkan hasil penelitian, dugaan populasi hiu berjalan spesies Hemiscyllium halmahera sekitar 110 individu/kilometer persegi dengan estimasi populasinya di alam sekitar 400.000 individu. Sedangkan untuk spesies Hemiscyllium henryi sebesar 40 individu/kilometer persegi dengan estimasi populasi di alam sebesar 46.000 individu,” terangnya.

“Untuk Hemiscyllium freycineti sebesar 200 individu/kilometer persegi dengan estimasi populasi sekitar 660.000 individu. Spesies Hemiscyllium galei sebesar 36 individu/kilometer persegi dengan estimasi populasi sekitar 54.000 individu. Spesies Hemiscyllium strahanii sebesar 180 individu/kilometer persegi dengan estimasi populasi sekitar 130.000 individu. Spesies Hemiscyllium trispeculare sebesar 180 individu/kilometer persegi dengan estimasi populasi sekitar 130.000 individu," tambahnya.

Video Terkait