Cina Larang Impor Kerapu, Negara Ini Siapkan Langkah Darurat

Ilustrasi ikan kerapu. (Antaranews)

Editor: Dera - Selasa, 14 Juni 2022 | 13:10 WIB

Taiwan mulai melaksanakan langkah-langkah darurat untuk melindungi petaninya dari dampak larangan Cina terhadap impor kerapu Taiwan karena hubungan yang semakin memburuk di Selat Taiwan.

Pada Jumat (11/06), Beijing mengumumkan bahwa mereka menangguhkan impor ikan kerapu–produk akuakultur bernilai tinggi di Taiwan mulai Senin (14/06).

Mengutip penemuan bahan kimia terlarang dan kadar oksitetrasiklin yang berlebihan pada ikan yang diimpor dari Taiwan sejak Desember, Administrasi Umum Bea Cukai Cina mengatakan penangguhan itu diperlukan untuk mencegah risiko serta melindungi kesehatan dan kehidupan konsumen di negaranya, seperti dilansir South China Morning Post.

Namun, Taiwan menyebut larangan itu bermotivasi politik untuk meningkatkan tekanan pada negaranya, mirip dengan tindakan Beijing pada tahun lalu ketika menangguhkan impor nanas dan jenis buah lainnya.

Cina sekali lagi membuat pengumuman mendadak untuk secara sepihak menangguhkan impor kerapu dari Taiwan, pelanggaran lain terhadap aturan perdagangan internasional, yang tidak akan membantu kegiatan perdagangan normal di selat itu dan hanya akan merusak hubungan bilateral,” kata Presiden Taiwan, Tsai Ing-wen, dalam sebuah posting di akun Facebook.

Menurutnya, Beijing sengaja menargetkan industri akuakultur Taiwan karena penangguhan itu tidak sejalan dengan praktik hubungan internasional.

Setelah Beijing mengatakan tiga sampel mengandung residu ilegal pada tahun lalu, Taiwan memberikan bukti ilmiah bahwa seluruh ikan yang diimpor memenuhi standar internasional. Akan tetapi, otoritas Cina tidak memberikan tanggapan.

Cina telah melanggar praktik normal perdagangan internasional dan inspeksi perbatasan. Kami tidak akan mengesampingkan membawa masalah ini ke Organisasi Perdagangan Dunia,” ujar Tsai.

Presiden Taiwan mengatakan bahwa dirinya telah menginstruksikan Menteri Pertanian agar mengambil langkah-langkah darurat untuk membantu petani Taiwan yang terkena dampak larangan tersebut.

Baca Juga: Cina Larang Impor Kerapu, Negara Ini Siapkan Langkah Darurat
Perdana, NTT Bakal Ekspor Ikan Kerapu Hidup ke Hong Kong

Juru Bicara Badan Perikanan Kementerian Pertanian Taiwan mengatakan bahwa otoritas pertanian Taiwan akan merancang skema berbeda, termasuk meningkatkan platform bisnis online dan cara lain untuk memperluas saluran pasar domestik bagi petani kerapu.

Taiwan menghasilkan sekitar 16.940 ton kerapu pada tahun 2021 dan mengekspor 6.681 ton dengan nilai NT $ 1,68 miliar (sekitar Rp832 miliar). Hampir 91 persen komoditas itu dikirim ke Cina, sementara sisanya ke Australia, Hong Kong, Jepang, Selandia Baru, dan Amerika Serikat. 

Video Terkait