Sedih, Ribuan Lumba-Lumba Mati Akibat Perang Rusia-Ukraina

Ilustrasi lumba-lumba (Pixabay).

Editor: Putri - Jumat, 3 Juni 2022 | 18:25 WIB

Sariagri - Pinggir pantai Bulgaria, Rumania, Turki dan Ukraina mengalami pemandangan yang menyedihkan. Banyak lumba lumba yang terdampar akibat ledakan bom atau ranjau. Bahkan banyak yang terdampar dalam keadaan mati.

Kematian mendadak dan misterius dari begitu banyak mamalia laut yang anggun meningkatkan kewaspadaan ilmuwan bahwa perang di Ukraina mungkin memakan korban yang terus meningkat di Laut Hitam.

Mengutip Straits Times, Pertempuran yang terjadi di sepanjang garis pantai Ukraina telah menyebabkan kerusakan lingkungan yang tak terhitung dan mengganggu habitat lumba-lumba, kata para ilmuwan.

Perang juga membuat ilmuwan sedikit mengumpulkan informasi rinci, membuat kematian lumba-lumba menjadi misteri untuk saat ini.

Studi terbaru dari Bulgaria, Turki dan Ukraina menemukan bahwa keanekaragaman hayati laut berada di bawah ancaman yang semakin besar karena perang, termasuk akibat bom yang dijatuhkan di daerah pesisir, minyak dari kapal yang tenggelam dan sungai yang tercemar oleh bahan kimia yang digunakan dalam amunisi.

Seorang ilmuwan lingkungan di Taman Alam Nasional Tuzla Estuaries Ukraina mengatakan, data yang dikumpulkan oleh organisasinya sejak awal perang menunjukkan bahwa beberapa ribu lumbalumba mati.

Dia mengatakan peningkatan kebisingan kapal dan penggunaan sistem sonar yang kuat juga dapat membingungkan lumba-lumba, yang menggunakan suara untuk bernavigasi.

"Beberapa lumba-lumba mengalami luka bakar akibat bom atau ledakan ranjau dan mereka tidak bisa lagi bernavigasi dan, tentu saja, tidak bisa mencari makanan," jelasnya.

Angkatan Laut Rusia mendominasi Laut Hitam di lepas pantai Ukraina dan memberlakukan blokade pada semua pengiriman Ukraina. Rusia melancarkan serangan brutal untuk memenangkan kendali atas beberapa pelabuhan utama Ukraina di sepanjang Laut Hitam dan Laut Azov.

Baca Juga: Sedih, Ribuan Lumba-Lumba Mati Akibat Perang Rusia-Ukraina
Begini Cara Mamalia Laut Menyusui Anaknya di Dalam Laut

Sebelum perang, 100 ilmuwan yang mewakili kelompok perjanjian konservasi internasional dan mempekerjakan 10 pesawat terbang dan enam kapal mensurvei kehidupan laut di Laut Hitam dan kawasan Mediterania.

Mereka menemukan bahwa Laut Hitam adalah rumah bagi lebih dari 253.000 lumba-lumba, jumlah yang sehat yang menurut para ilmuwan menunjukkan indikator ekologi positif dari keseluruhan ekosistem.

Video Terkait