Fakta Ikan Layang Layang yang Banyak Diburu Pecinta Ikan Hias

Ilustrasi ikan manfish (Foter)

Editor: Tanti Malasari - Senin, 30 Mei 2022 | 13:50 WIB

Sariagri - Ikan layang layang atau banyak dikenal dengan nama ikan manfish adalah salah satu jenis ikan hias tropis akuarium air tawar. Sesuai dengan namanya, bentuk tubuh ikan ini memang unik menyerupai layang-layang.

Secara fisik, bentuk ikan ini cenderung melebar dan tipis. Ia juga memiliki varian warna yang mencolok, sehingga membuatnya banyak diburu oleh kalangan pecinta ikan hias.

Ditambah lagi gerakannya pun sangat tenang, membuat kamu akan betah untuk memperhatikan gerak-geriknya.

Fakta Seputar Ikan Layang Layang Hias

Seperti yang telah disebutkan sebelumnya, ikan layang-layang memiliki varian warna yang sangat indah dipandang. Semakin cantik dan unik perpaduan warnanya, harga ikan layang layang bisa semakin tinggi, termasuk ikan layang layang hitam.

Jika kamu tertarik untuk memelihara ikan ini, sebaiknya kenali dulu fakta tentang ikan air tawar ini. Apa saja, yuk simak ulasannya di bawah ini!

1. Berasal dari Sungai Amazon

Ikan dengan nama latin Pterophyllum Scalare ini, sebenarnya memiliki habitat asli di Sungai Amazon, Columbia dan Peru. Namun kini ikan hias ini sudah banyak dibudidayakan di berbagai negara, termasuk Indonesia.

Budidaya ikan angelfish sudah dilakukan Balai Besar Pengembangan Budidaya Air Tawar (BBPBAT) Sukabumi dan masyarakat di Kecamatan Natar, Kabupaten Lampung Selatan.

2. Termasuk Ikan Karnivora

Meski bentuknya unik dan cantik, faktanya ikan ini termasuk jenis ikan karnivora. Ikan ini bisa memakan apa saja, baik itu makanan hidup ataupun pelet.

Makanan ikan layang layang yang bisa diberikan dan baik untuk membantu pertumbuhan ikan layang-layang, diantaranya cacing darah, cacing tubifex, cacing kaca, dan udang air asin.

Pemberian pakan ini menjadi hal penting yang harus diperhatikan dalam budidaya ikan layang-layang.

Sebab jika pemberian pakan dilakukan dengan tepat, maka dengan begitu pertumbuhan ikan ini akan semakin optimal dan kondisinya pun akan semakin sehat.

3. Termasuk Ikan Hias yang Besar

Ikan hias ini memiliki bentuk tubuh yang lebar dan pipih. Sirip perut dan punggungnya membentang lebar ke arah ekor hingga menyerupai busur panah. Ikan ini memiliki dua sirip kecil dan panjang yang melengkung ke ekor.

Ukuran panjang ikan ini bisa mencapai 15 cm hingga 20 cm. Dengan ukuran tersebut membuatnya masuk kategori ikan hias yang besar. Meski begitu sifat dasar ikan ini sangat tenang dan tidak menyerang ikan lain.

4. Mudah Terkena LCK

Meski banyak yang berburu dan memeliharanya, sebenarnya ikan hias ini termasuk ikan yang cukup sulit dipelihara lho Sobat Agri. Ikan ini mudah sekali terkena LCK, atau kondisi di mana suatu parasit dapat menyerang dengan cepat dari satu ikan ke ikan yang lain.

Parasit ini dapat muncul ketika kondisi air di akuarium dalam keadaan buruk dan dihuni terlalu banyak ikan. Selain itu pola makan ikan yang tidak sehat pun bisa memicu LCK.

5. Termasuk Cukup Sulit Dipelihara

Selain karena mudah terkena parasit, ada alasan lain mengapa ikan ini termasuk sulit dipelihara. Hal itu karena, dalam merawat ikan ini ternyata membutuhkan spesifikasi akuarium tertentu.

Pasalnya kondisi akuarium akan sangat mempengaruhi kesehatan dan pertumbuhan ikan.

Ada hal penting yang harus diketahui sebelum menyiapkan akuarium untuk ikan layang layang, yaitu:

- Menyesuaikan ukuran akuarium dengan jumlah ikan yang dipelihara.
- Memiliki sistem filtrasi yang baik dan tidak menciptakan arus berlebihan, sebab ikan ini bukan perenang yang gesit.
- Menjaga kondisi air harus agar selalu baik untuk mengurangi stres pada ikan.
- Mengkondisikan air dengan suhu antara 23⁰C - 25⁰C
- Memiliki kadar keasaman air atau pH-nya pada titik ideal, 6,5 hingga 6,9.

Baca Juga: Fakta Ikan Layang Layang yang Banyak Diburu Pecinta Ikan Hias
2 Spesies Ikan Hias Baru nan Langka Ditemukan di Brasil

6. Sulit Membedakan Ikan Jantan dan Betina

Lain halnya dengan ikan hias lain, ternyata cukup sulit untuk membedakan ikan layang layang jantan dan yang betina. Keduanya sama-sama memiliki organ yang disebut papilla yang terletak antara sirip ventral dan anus.

Satu-satunya cara untuk membedakan jenis kelamin dari ikan ini yaitu ketika musim kawin tiba dan ikan betina siap untuk dibuahi.

Video Terkait