Akibat Ini, PBB Prediksi 10 Persen Ikan di Perairan Punah di 2050

Menteri Kelautan dan Perikanan, Sakti Wahyu Trenggono, meminta jajarannya mengawasi aktivitas yang dapat mengancam kesehatan laut (ocean health)

Editor: Tatang Adhiwidharta - Selasa, 24 Mei 2022 | 19:55 WIB

Sariagri - Laporan PBB mengungkapkan Turki akan menjadi salah satu negara di Eropa yang akan paling terpengaruh oleh pemanasan global. Menurut laporan tersebut,  sekitar 10 persen spesies ikan di Laut Mediterania akan punah pada tahun 2050.

Menurut laporan terbaru Panel Antarpemerintah tentang Perubahan Iklim Perserikatan Bangsa-Bangsa, Turki akan merasakan “bahaya oleh pemanasan global di dalam tanahnya dan laut di sekitar negara itu.”

Melansir Hurriyet Daily, jumlah orang yang meninggal karena kenaikan suhu setiap tahun di Eropa adalah sekitar 2.700. “Diperkirakan meningkat hingga sekitar 30.000 pada tahun 2050. Sebagian besar kasus akan terlihat di cekungan Mediterania, yang juga mencakup Turki," ungkap laporan itu.

Menyoroti bahwa sekitar 10 persen spesies ikan di Laut Mediterania akan punah pada tahun 2050, laporan tersebut juga menunjukkan ringkat kepunahan ikan yang lebih tinggi pada tahun 2060. “Sekitar 20 persen spesies laut dengan nilai ekonomi tinggi di Mediterania timur dan sebagian besar spesies ikan di Laut Hitam akan punah empat dekade kemudian.” jelas laporan tersebut.

Pejabat PBB dalam laporan itu juga mengungkapkan persoalan kekurangan air yang menjadi ancaman lain  pada pertengahan abad ke-21.

Baca Juga: Akibat Ini, PBB Prediksi 10 Persen Ikan di Perairan Punah di 2050
Studi: Makanan untuk Anjing Laut dan Predator Lain di Kutub Utara Menyusut Drastis



“Ada risiko bahwa sekitar 54 persen populasi yang tinggal di negara-negara Mediterania akan mengalami kekurangan air.” Laporan itu diakhiri dengan peringatan ke kota terpadat di Turki, dengan mengatakan bahwa “Istanbul akan mengalami kerugian ekonomi karena kekeringan.”

Video Terkait