Dilanda Banjir Rob, Usaha Pengeringan Ikan di Probolinggo Merugi

Banjir rob saat menerjang usaha pengeringan ikan asin Mutiara Laut di Probolinggo, Jawa Timur. (Sariagri/Arief L)

Editor: M Kautsar - Selasa, 24 Mei 2022 | 19:50 WIB

Sariagri - Banjir rob atau air laut pasang yang melanda pesisir kampung nelayan di Desa Sumberanyar, Kecamatan Paiton, Kabupaten Probolinggo, Jawa Timur membawa dampak kerugian bagi pelaku usaha pengerikan ikan. Salah satunya dirasakan Suwari, pemilik usaha pengeringan ikan asin Mutiara Laut.

Dia menceritakan, saat peristiwa banjir terjadi seluruh karyawan tengah memulai aktivitas pekerjaan. Bahkan kejadian terjangan banjir rob di pagi hari itu, sempat direkam kamera ponsel milik salah seorang pegawai.

"Pagi sekitar pukul 07.00, sebenarnya sudah ada tanda-tanda air laut mulai meninggi. Kemudian karyawan berdatangan untuk mulai melakukan penjemuran ikan. Namun tiba-tiba, banjir rob datang berupa gelombang pasang air laut terjadi sekitar pukul 09.00,” kata Suwari kepada Sariagri, Selasa (24/5/2022).

Datangnya air laut yang naik ke daratan setinggi 10 cm ini, imbuhnya, seketika membuat panik seluruh pegawai pengeringan ikan.

"Karena datangnya mendadak, semua pegawai langsung panik ketakutan. Dikiranya air akan terus naik. Mereka langsung mengemasi ikan yang dijemur. Akibat kepanikan ini, banyak ikan yang tumpah dan bahkan beberapa penyangga pengeringan ikan ada yang ambruk," keluhnya.

Ia menyebiutkan naiknya air pasang laut ini, tak hanya membanjiri tempat usaha pengeringan ikan, namun juga membuat jebol tanggul pasir penahan ombak di pesisir pantai. "Ada beberapa titik tanggul penahan air laut yang jebol. Paling parah tanggul depan usaha saya ini jebol sepanjang 7 meter," kata dia.

Suwari mengatakan akibat terjangan banjir rob sekitar 5 ton ikan kering yang sudah siap dikemas dan hendak dikirim ke pemesan akhirnya basah setelah terendam air. Akibatnya, ia mengaku mengalami kerugian sekitar Rp10 juta.

"Kerugian lumayan banyak sekali. Kalau dihitung ya rugi keluar biaya produksi dan pembelian bahan baku ikan. Total kerugian sekitar Rp10 jutaan," bebernya.

Baca Juga: Dilanda Banjir Rob, Usaha Pengeringan Ikan di Probolinggo Merugi
Banjir Rendam Ribuan Hektare Tambak di Lamongan, Diperkirakan Kerugian Petani Mencapai Rp19 Miliar

Menurut suwari terjangan banjir rob kali ini merupakan yang terbesar dibandingkan peristiwa serupa yang terjadi sebelumnya. Dia berharap pemerintah melalui dinas terkait segera melakukan perbaikan tanggul agar terjangan banjir air laut pasang tak kembali masuk ke gudang pengeringan ikan.

"Luas lahan usaha pengeringan ikan milik saya sekitar 1 hektare. Hasil produksinya bisasa saya kirim ke luar Jawa seperti Lampung, Medan dan Jambi," tandasnya.  

Video Terkait