Mengenal Ikan Pari Manta, Hewan Terlindungi karena Terancam Punah

Ilustrasi ikan pari manta. (Foto: Wikimedia Commons)

Editor: Putri - Senin, 23 Mei 2022 | 13:50 WIB

Sariagri - Ikan pari manta adalah salah satu ikan pari terbesar di dunia. Ikan pari yang satu ini dianggap lebih cerdas dari pari yang lainnya karena memiliki otak yang lebih besar.

Manta ditemukan di lautan tropis di seluruh dunia. Karena ada di berbagai lautan dan penampilannya yang unik, membuat pari ini memiliki banyak nama. Mulai dari manta Pasifik, manta Atlantik, devil fish, hingga sea devil.

Ikan pari manta di Indonesia sebaranya mencakup perairan Samudera Hindia, Laut Cina Selatan dan sekitarnya. Manta alfredi hanya dijumpai di perairan tropis dan subtropis, diperkirakan memiliki home range yang lebih kecil. Pola pergerakannya filopatrik dan jarak migrasi musiman yang lebih pendek.

Sayangnya keberadaan ikan pari ini terancam. Manusia memburu ikan pari manta untuk diambil insangnya yang dapat digunakan untuk pengobatan tradisional China. Harganya pun cukup mahal.

Hingga akhirnya ikan pari ini masuk dalam kategori vulnerable atau rawan mengalami ancaman kepunahan dan masuk ke dalam Apendiks II CITES. Di tingkat nasional, Keputusan Menteri Kelautan dan Perikanan No. 4 Tahun 2014 menetapkan pari manta sebagai jenis ikan yang dilindungi secara penuh.

Artinya, penangkapan dan perdagangan ikan pari ini adalah kegiatan yang dilarang. Pelanggaran atas keputusan ini dapat dikenakan hukuman 8 tahun penjara dan denda maksimal Rp1.500.000.000,- seperti yang tertuang dalam Undang-Undang Perikanan.

Morfologi Ikan Pari Manta

Nama latin ikan pari manta adalah Manta birostris. Disebut ikan pari manta terbesar di dunia karena tubuhnya bisa mencapai lebih dari 6-8 meter. Bobot terberatnya mencapai sekitar 3 ton.

Tidak seperti pari jenis lainnya, pari manta tidak memiliki racun di ekornya. Mengutip situs resmi Kementerian Kelautan dan Perikanan, kulitnya berlapiskan lendir dan lebih tebal dibandingkan ikan pari lainnya. Lapisan lendir ini diduga ada hubungannya untuk melindungi kulitnya yang rentan.

Selain itu, hal berbeda lainnya dari dibandingkan dengan jenis ikan pari lainnya adalah sepasang "tanduk: di dekat mulutnya. “Tanduk” ini adalah sepasang sirip kepala yang membantu memasukkan air laut yang mengandung plankton.

Dalam sehari, manta bisa menyedot plankton sampai hitungan ton. Insangnya nanti menyaring air laut yang mengandung plankton.

Dalam mulutnya terdapat 300 gigi kecil berbentuk pasak dan nyaris tersembunyi di bawah kulit. Meski demikian, gigi tersebut tidak digunakan untuk makan. Gigi tersebut berguna untuk melakukan perkawinan.

Manta juga memiliki lima pasang celah insang di bagian bawah tubuhnya untuk mengeluarkan air yang masuk melalui mulutnya.

Di bagian dalam celah insangnya terdapat tapis insang atau piringan penyaring. Piringan penyaring tersebut berfungsi untuk memerangkap plankton yang masuk bersama dengan air laut.

Terdapat tiga spesies yang termasuk dalam dari genus Manta: Manta birostris (pari manta Atlantik), Manta hamiltoni (pari manta Pasifik), dan Manta raya (pari manta Pangeran Alfred).

Cara Berkembang Biak

Pari manta memiliki hasil reproduktif yang rendah dan waktu produktif yang panjang diperkirakan sekitar 25 tahun. Usia hidupnya diperkirakan sampai 40 tahun dan tingkat kematian alaminya rendah.

Ikan pari manta berkembang biak dengan cara vivipar. Manta betina hanya melahirkan satu ekor bayi dalam dua hingga tiga tahun sekali. Masa kehamilannya pun cukup panjang, yaitu hampir 1 tahun.

Selain itu, ikan pari ini bisa hidup hingga 40 tahun. Namun, pertumbuhan dan perkembangan ikan pari ini masih belum banyak dipahami oleh para ilmuwan.

Video Terkait



Baca Juga: Mengenal Ikan Pari Manta, Hewan Terlindungi karena Terancam Punah
Nelayan Ini Tangkap Ikan Pari Air Tawar Raksasa yang Terancam Punah