Penyelundupan Benur Senilai Rp3 Miliar Berhasil Digagalkan Petugas Bandara

Penyelundupan benur atau bayi lobster. (Sariagri/Arif L)

Editor: Tatang Adhiwidharta - Selasa, 17 Mei 2022 | 22:00 WIB

Sariagri - Upaya penyelundupan Benih Bening Lobster (BBL) atau biasa disebut Baby Lobster berhasil digagalkan petugas Bandara Internasional Juanda, Sidoarjo, Jawa Timur.

Dari penindakan ini, petugas berhasil mengamankan 1 tersangka berinisial ST, warga Sidoarjo berikut barang bukti 30.911 ekor BBL senilai Rp3 Miliar yang hendak diselundupkannya ke Singapura melalui Terminal 2 Bandara Internasional Juanda pada kamis, 12 Mei 2022 lalu.

Komandan Pangkalan Udara TNI AL (Danlanudal) Juanda, Kolonel Laut (P) Heru Prasetyo mengatakan, kasus ini bermula dari informasi intelijen yang menyebutkan adanya pengiriman BBL dari Surabaya menuju Singapura.

Lanudal selaku leading sector dan koordinator pengamanan di Bandara Juanda segera berkoordinasi dengan para stakeholder.

“dari laporan ini, kami kemudian mencurigasi penumpang pesawat Scoot Air TR263 tujuan Surabaya-Singapura berinisial ST. dari hasil pemeriksaan ditemukan 1 koper milik ST berisi 23 kantong BBL dan satu tas ransel berisi 18 kantong BBL. Total ada 41 kantong,” beber Danlanudal Juanda, Kolonel Laut (P) Heru Prasetyo kepada Sariagri, Selasa (17/5/2022).

Heru Prasetyo menambahkan dari barang bukti yang disita diketahui ada 2 jenis BBL yang akan diselundupkan.

“Barang bukti terdiri dari 8 kantong plastik berisi total 4.016 ekor BBL jenis mutiara, 13 kantong plastik kecil berisi total 9.295 ekor BBL jenis pasir, dan 20 kantong plastik besar berisi total 17.600 ekor BBL jenis pasir. Total ada 30.911 ekor BBL jika dinominalkan seluruhnya senilai Rp 3.291.900.000,” imbuhnya.

Sementara itu, Kepala Kanwil Dirjen Bea Cukai Jatim I, Padmoyo Tri Wikanto, menjelaskan saat ini menangkap BBL atau memperjualbelikan memang diperbolehkan. Namun, hanya di dalam Indonesia untuk tujuan budi daya dan tidak boleh dijual ke luar Indonesia.

“Hanya boleh dijualbelikan di dalam negeri untuk kebutuhan budidaya, supaya jika sudah besar bisa diekspor dengan nilai jual meningkat. Karena itu baby lobster tidak boleh dikirim ke luar negeri. Sedangkan tersangka ST ini berencana menjual BBL ke Vietnam dan transit di Singapura,” kata Padmoyo Tri Wikanto.

Senada dengan pendapat itu,  Kepala BKIPM Surabaya I, Suprayogi menambahkan petugas belum bisa menangkap siapa pemasok puluhan ribu baby lobster tersebut, karena sistem penyelundupan terputus.

“Meski demikian, kami tidak akan pandang bulu jika memang nanti ada pemasok yang tertangkap, kami pastikan ada hukuman setimpal,” ucap Suprayogi.

Baca Juga: Penyelundupan Benur Senilai Rp3 Miliar Berhasil Digagalkan Petugas Bandara
Serius Berantas Penyelundupan Benih Lobster, KKP Gandeng TNI

Akibat perbuatannya, tersangka ST terancam pidana penjara paling sedikit satu tahun dan maksimal 10 tahun. Selain itu juga denda paling sedikit Rp50 juta dan maksimal Rp5 miliar.

“Tersangka ST diduga melanggar pasal 102A UU No 1 Tahun 2006 tentang perubahan atas UU No 10 Tahun 1995 tentang Kepabeanan. Ancaman pidana penjara paling singkat 1 tahun dan paling lama 10 tahun. Serta pidana denda paling sedikit Rp50 juta dan paling banyak Rp5 milyar.,” tandasnya.

 

Video Terkait