Tips dan Trik Budidaya Ikan yang Ramah Lingkungan

Ilustrasi Budidaya Ikan Lele (Foto:Pixabay)

Editor: Dera - Selasa, 17 Mei 2022 | 06:00 WIB

Budidaya ikan tak hanya bisa menjadi mata pencaharian dan memberikan keuntungan ekonomis semata, tapi juga turut menjaga lingkungan.

Ya, budidaya ikan ramah lingkungan bisa menjadi salah satu cara dalam menyelamatkan bumi. Berikut 6 tips budidaya ikan yang ramah lingkungan. 

1. Memilih spesies yang tepat

Perhatikan baik-baik jika ada spesies non-asli invasif (INNS) berupa tumbuhan dan hewan yang tidak muncul secara alami di lokasi tertentu dan dapat menyebar cukup cepat yang bisa merampas sumber daya spesies asli. 

2. Pilih lokasi tambak yang sesuai

Saat memilih lokasi yang baik untuk pertanian baru, area sensitif lingkungan seperti rawa, terumbu karang atau hutan bakau harus dihindari. Mendirikan sebuah tambak akan memiliki konsekuensi yang parah pada keanekaragaman hayati lokal misalnya, hutan bakau atau lahan basah dibuka dan diubah menjadi kolam ikan.

Limbah pertanian juga pada akhirnya akan memiliki dampak negatif yang cukup besar. Nutrisi yang berlebihan melalui masuknya limbah pertanian akan mengakibatkan eutrofikasi, membuat air keruh, menghalangi sinar matahari, dan berdampak negatif pada pertumbuhan tanaman, karang, dan penghuni lain di area tersebut.

3. Perhatikan desain dan tata letak

Sebagian besar tambak ikan tradisional, terutama tambak, secara langsung membuang air limbah yang belum diolah ke lingkungan sekitar tambak mereka.

Hal ini menjadi perhatian serius, tidak hanya bagi lingkungan alam, tetapi juga bagi masyarakat sekitar yang sering menggunakan air dari saluran umum untuk minum, mandi dan mencuci peralatan. Peternakan ikan tetangga juga terancam, karena patogen potensial akan menyebar dengan cepat dan mudah dengan cara ini.

4. Kelola pemberian makan

Pakan menyumbang bagian terbesar dari limbah di dalam dan di sekitar peternakan ikan. Saat menggunakan ikan rucah atau pelet berkualitas rendah, banyak pakan yang akan diabaikan oleh ikan. Ini akan tenggelam ke dasar, menyebabkan kualitas air memburuk. Ketika dilepaskan, limbah ini juga menurunkan kualitas air di daerah sekitarnya.

5. Minimalkan bahan kimia dan obat-obatan hewan

Banyak petani menggunakan bahan kimia untuk persiapan kolam, membasmi predator dan siput, serta untuk menjaga parameter kualitas air. Obat-obatan hewan kadang-kadang digunakan untuk menjaga ikan tetap sehat atau untuk mengobati kelompok yang sakit.

Baca Juga: Tips dan Trik Budidaya Ikan yang Ramah Lingkungan
Pasal Krusial Dalam Pergub NTB Tentang Pengelolaan Sumber Daya Lobster

6. Tanam vegetasi asli

Akhirnya, menanam pohon di sekitar peternakan selalu merupakan ide yang bagus. Pohon memberikan keteduhan, mengurangi dampak angin dan dapat menyediakan sumber makanan tambahan bagi manusia, ikan, burung, dan hewan lainnya.

Namun harus dicatat bahwa untuk tujuan biosekuriti, kolam dan area yang berbatasan langsung harus dijauhkan dari vegetasi, karena gulma air menyediakan tempat berlindung bagi vektor dan predator dan karena gulma di tanggul kolam dan vegetasi lebat di dekat kolam akan menjadi tempat persembunyian predator dan hewan lainnya.

Video Terkait