6 Langkah Budidaya Udang Air Tawar Agar Cepat Panen dan Hasil Maksimal

Ilustrasi Pembudidaya Udang. (Dok. KKP)

Editor: Tanti Malasari - Senin, 16 Mei 2022 | 10:00 WIB

Sariagri - Selain udang laut, jenis udang air tawar termasuk salah satu bahan makanan dari laut yang banyak dikonsumsi dan digemari.

Bahkan permintaan pasar akan udang ini terus meningkat, dengan harga yang tinggi. Tak heran mengapa udang ini menjadi salah satu usaha yang peluangnya menjanjikan. Dengan melakukan budidaya udang ini, Sobat Agri bisa meraup keuntungan yang cukup tinggi.

Namun, untuk mendapatkan hasil budidaya udang air tawar yang maksimal, tentu tidaklah mudah. Sobat Agri harus melakukan tahapan budidaya yang baik dan benar. Bagaimana langkahnya, berikut ulasannya.

Tips Budidaya Udang Air Tawar

Setidaknya ada lima tahapan budidaya udang ini yang bisa Sobat Agri lakukan diantaranya adalah:

1. Pemilihan Media Budidaya

Langkah pertama budidaya adalah menyiapkan media yang cocok untuk udang. Kamu bisa menggunakan akuarium dengan membelinya langsung di toko, atau juga dengan menggunakan kolam tembok.

Jangan lupa pilih media yang sesuai dengan jumlah udang yang akan dipelihara. Jika akuarium berukuran 1 meter persegi dan tinggi akuarium sekitar 80-100 cm, dapat diisi dengan 10 ekor udang.

Untuk kolam, buat ukuran yang sedang dan disesuaikan dengan kapasitas udang yang dibudidayakan.

2. Pemilihan Bibit Udang Air Tawar

Langkah kedua adalah pemilihan bibit udang. Guna mendapatkan hasil yang baik, pilih bibit udang yang berkualitas serta memiliki produktivitas tinggi. Adapun ciri-cirinya adalah seperti berikut:

1. Bibit udang tampak sehat, tidak cacat, tidak pucat, dan tidak mudah terkena penyakit.
2. Pilih bibit yang bobot ideal sama atau seragam, yang bersekitar 0.1 – 0.3 gram.
3. Kulit udang berwarna cerah mengkilap.
4. Udang tampak lincah dan aktif, serta memiliki ketahanan tubuh yang kuat.

3. Proses Pembudidayaan

Selanjutnya adalah melakukan proses pembudidayaan. Bersihkan media yang akan digunakan, baik itu akuarium atau kolam.

Setelah itu isi media dengan air tawar yang bersih dan pH sekitar 6-7. Air yang digunakan memiliki suhu sekitar 25-26 derajat celcius.

Alangkah baiknya jika kamu menggunakan pompa agar udang mendapatkan oksigen yang cukup. Namun jika tidak, usahakan mengisi airnya tidak terlalu tinggi agar udang bisa mendongak keatas ke permukaan air utuk mengambil oksigen.

Lalu, masukkan batu atau potongan peralon, yang menjadi tempat bersembunyi dan berlindung dari cahaya yang terlalu panas bagi udang.

Pastikan lupa batu maupun paralon dibuat menyesuaikan pertumbuhan udang. Setelah itu lakukan penebaran udang pada media.

4. Proses Pemberian Pakan

Guna mendapatkan udang yang besar, Sobat Agri harus melakukan perawatan yang baik pula. Udang yang besar tentu akan membuat nilai jualnya semakin tinggi.

Jangan lupa untuk memberikan pakan secara rutin, yaitu saat pagi dengan dosis 40% dan sore hari dengan dosis 60%.

Namun jika kamu memelihara di kolam apabila usia udang sudah mecapai 7 hari, maka pemberian pakan dilakukan sebanyak 3-4 kali dalam sehari. Makanan udang air tawar setidaknya mengandung unsur-unsur berikut ini:

1. Rice Brean
2. White Germ Meal
3. Ketan Padi
4. Tepung Terigu
5. Biji Jagung

5. Proses Perawatan

Agar budidaya udang air tawar berhasil, maka dipelukan faktor pemeliharaannya yang intensif. Selain memberikan pakan secara rutin, pastikan kamu menjaga kualitas air.

Pasalnya jika banyak debu yang menumpuk akan membawa pengaruh negatif untuk udang.

Lalu tak lupa juga untuk melakukan tahap pemijahan dan pemisahan ukuran udang. Proses pemijahan dilakukan secara alami. Karena kamu telah menyiapkan potongan paralon untuk proses pemijahan udang sebelumnya.

Baca Juga: 6 Langkah Budidaya Udang Air Tawar Agar Cepat Panen dan Hasil Maksimal
Udang Galah, Udang Terbesar yang Jadi Komoditas Bernilai Ekonomi Tinggi

6. Proses Pemanenan

Terakhir adalah proses panen. Setelah melakukan langkah yang cukup panjang, kamu sudah bisa melakukan panen udang air tawar.

Ketika menjelang panen yaitu sekitar 1 minggu, kamu bisa memanfaatkan waktu untuk mencari pangsa pasar atau pengepul.

Pilihlah udang yang memiliki bobot besar dan tampak sudah matang. Untuk yang masih kecil biarkan tetap di media untuk dibudidayakan kembali hingga mencapai ukuran yang besar.

Video Terkait