Kisah Sofian Bangkit dari Pandemi yang Sukses Berbisnis Ikan Hias Predator

Sofian bergelut selama masa pandemi Covid dengan berbisnis ikan hias predator. (Sariagri/Dwi Rachmawati)

Editor: Tatang Adhiwidharta - Jumat, 13 Mei 2022 | 15:00 WIB

Sariagri - Kisah Sofian, dalam dua tahun belakangan menggeluti usaha ikan hias jenis predator. Saat ini pria berusia 37 tahun itu membuka lapak usahanya di Pasar Gembrong Baru, Jakarta Timur.

Dia bercerita, pada awalnya di tahun 2020 pekerjaannya di bidang travel dan pariwisata terkena dampak pandemi Covid-19.

"Sebelumnya saya kerja di pariwisata, pas Covid pariwisata anjlok. Akhirnya perusahaan tutup dan saya sempat nganggur di rumah," ujar Sofian kepada Sariagri.

Bosan menganggur dan didorong akan tuntutan kebutuhan hidup, Sofian kemudian mengikuti jejak kakaknya yang terlebih dahulu terjun di usaha perikanan.

"Akhirnya saya ikut abang saya jualan ikan," ungkapnya.

Dia menamai usahanya A_BA predator. Ikan channa sejenis gabus, arwana dan ikan hias predator lainnya menjadi produk utama yang dikembangkan Sofian. Untuk ikan channa, Sofian menyediakan yang jenis baik dari lokal maupun impor.

Sofian mengungkapkan, alasan dia memilih fokus pada usaha ikan predator karena baginya merawat ikan pemangsa lebih seru dan menyenangkan. Bukan hanya sekedar memberi pakan, namun pemilihan pakan dan perawatan menentukan kualitas ikan yang dihasilkan.

"Karena seru, merawat ikan predator itu, mulai dari cara makannya, proses perkembangan ikannya itu beda-beda, Ikan channa membutuhkan perawatan tertentu untuk menghasil tampilan ikan yang lebih bagus dan indah, "jelasnya.

Sofian mengaku, hingga saat ini dia masih memasarkan produk ikan hias predator secara offline. Sebab, menurut dia banyak pedagang ikan atau reseller dan penghobi yang membeli ikan secara langsung dari lapaknya lantaran harganya yang bisa bersaing.

"Kalau promosi saya biasanya lewat Youtube," sebutnya.

Ikan canna dari lapak Sofian bahkan sudah dikirim hingga ke Kalimantan. Ikan channa dijual paling murah mulai dari Rp35.000 per ekor, dan paling mahal harga setiap sentimeternya mencapai Rp1.000.000 untuk ikan channa jenis barca dari India.Baca Juga: Kisah Sofian Bangkit dari Pandemi yang Sukses Berbisnis Ikan Hias Predator
Begini Kiat untuk Tingkatkan Peluang Usaha Budidaya Ikan Hias di Masa Pandemi



Ikan channa dan beberapa jenis predator lain, kata Sofian, kerap kali mengalami pasokan dan stok yang sulit. Sebab, budidaya dan stok di alam untuk jenis hias predator terbilang lebih sedikit daripada permintaan yang tinggi.

Sofian berencana akan menambah lapak usaha ikan hias predatornya di pinggir jalan dekat Pasar Gembrong Baru.

"Selain lebih terlihat, ya untuk melebarkan sayap usaha saja sih," imbuhnya.

Sofian mengatakan dari usaha ikan predator hias dia bisa meraup keuntungan bersih sekitar Rp15 juta per bulannya. Ia berharap pemerintah bisa terus mendukung pelaku usaha UMKM di sektor ikan hias untuk terus naik kelas. 

Video Terkait