Mengungkap Kontribusi Kecerdasan Buatan di Bidang Kelautan dan Perikanan

Ilustrasi - Ikan tangkapan dari laut. (Pixabay)

Editor: Arif Sodhiq - Jumat, 13 Mei 2022 | 09:00 WIB

Sariagri - 

Perkembangan teknologi yang tengah marak dibicarakan adalah kecerdasan buatan atau Artificial Intelligence (AI). Guru Besar Bidang Akustik Bawah Air dan Instrumentasi Kelautan, Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan (FPIK) IPB University mengatakan AI dapat berkontribusi dalam banyak aspek di bidang kelautan dan perikanan.

Dia mencontohkan salah satunya untuk identifikasi biota. Hal ini menjadi potensial di Indonesia dengan biodiversitas keanekaragaman hayati laut yang tinggi, sehingga akan memudahkan untuk mengenali objek atau biota di laut.

Selain itu, AI juga dapat digunakan untuk mengklasifikasikan sekelompok data, membuat prediksi dari analisis deret waktu dan mempelajari tingkah laku atau behaviour dari data yang ada sehingga bisa memprediksi lebih akurat dari manusia.

Penggunaan AI di bidang perikanan, lanjut dia, telah diterapkan dalam proses identifikasi spesies, identifikasi karakteristik spesies (tingkah laku, gender, morfometrik), sortir benih ikan, budidaya, dan uji kesegaran ikan. Aplikasi AI untuk bidang kelautan sendiri adalah membuat prediksi cuaca dan dinamika laut, identifikasi habitat/substrat bawah air, serta membuat peringatan dini.

“Kemampuan manusia untuk mengidentifikasi dengan benar ikan random di alam katakanlah sebesar 80 persen sedangkan dengan AI ini sudah mampu mengidentifikasi dengan akurasi lebih besar dari 90 persen. Jika AI terus diberikan pembelajaran data-data perikanan, maka akurasinya akan lebih tinggi lagi,” ujarnya dalam talkshow Estuary Speaks Series 12 dikutip dari ipb.ac.id.

AI merupakan bentuk elaborasi pemrograman yang menstimulasi kecerdasan manusia ke dalam sebuah mesin sehingga dapat menunjang pekerjaan manusia.

Baca Juga: Mengungkap Kontribusi Kecerdasan Buatan di Bidang Kelautan dan Perikanan
IPB University dan KKP Sepakat Gelar Riset Kolaborasi

Pelaksana Tugas (Plt) Ketua Departemen Ilmu dan Teknologi Kelautan, Dr Syamsul Bahri Agus mendukung penggunaan AI secara masif di lingkungan Fakultas Perikanan dan Kelautan untuk pengembangan bidang perikanan dan kelautan secara berkelanjutan.

"Tentu ke depannya kita sulit untuk menghindar dari AI sebab keinginan manusia yang kompleks dan ingin segala sesuatu yang cepat. Sehingga kita mau tidak mau harus mempelajari AI. Sebab, jika ingin mendapatkan hasil yang sama secara cepat dan konsisten dengan tingkat error yang rendah, jawabannya ada pada AI," katanya. 

Video Terkait