Tol Laut Jadi Penghubung Pasar dengan 39 Kelompok Nelayan Papua

Pelayaran tol laut untuk melancarkan distribusi kebutuhan pokok di daerah terpencil. (Antara/HO-Kemenhub)

Editor: Arif Sodhiq - Rabu, 11 Mei 2022 | 21:30 WIB

Sariagri - Direktorat Jenderal Perhubungan Laut melalui KSOP Kelas II Jayapura melakukan sosialisasi keselamatan pelayaran kepada nelayan di Pelabuhan Lama Dermaga Waiya Distrik Depapre, Papua. Upaya ini sebagai strategi optimalisasi tol laut.

"Tujuan khusus kegiatan ini untuk pemberdayaan dan pembinaan masyarakat pesisir dan nelayan Teluk Tanah Merah Depapre," ujar Kepala KSOP Kelas II Jayapura Roni Fahmi dalam keterangan di Jakarta, Rabu.

Kepala KSOP Kelas II Jayapura Roni Fahmi bersama Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan Kabupaten Jayapura Rudi Abdiner Saragih yang hadir mewakili Bupati Jayapura, melaksanakan kegiatan pemberdayaan masyarakat guna meningkatkan kualitas hasil tangkapan dan keselamatan berlayar serta manajemen pelayaran yang profesional.

Menurut dia, kegiatan pemberdayaan dan pembinaan ini sangat diperlukan karena untuk kecakapan dan keterampilan dalam pengoperasian kapal pelayaran rakyat dan kapal penangkapan ikan harus sesuai standar keselamatan dan prosedur pengoperasian kapal di laut.

"Kegiatan yang terlaksana atas kerja sama dengan Pemerintah Kabupaten Jayapura ini terdiri dari sosialisasi keselamatan pelayaran bagi nelayan tradisional, pembagian alat keselamatan berupa pelampung dan lampu pengawas atau penuntun kapal nelayan serta pengukuran kapal nelayan di bawah GT 7 untuk surat kapal atau pas kecil sebagai legalisasi kepemilikan kapal," katanya.

Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan Kabupaten Jayapura Rudi Abdiner Saragi mengatakan kegiatan ini adalah implementasi nyata dari program percepatan pembangunan di Kabupaten Jayapura, yaitu tindak lanjut dioperasikannya pelabuhan Depapre.

Kegiatan ini, kata dia, sangat bermanfaat dan dapat meningkatkan produktivitas nelayan Depapre dalam mencapai hasil tangkapan laut untuk mendukung komoditi unggulan daerah yaitu sektor kelautan dan perikanan. Komoditi unggulan inilah yang kemudian dapat menjadi muatan tol laut dan perintis dalam menunjang Program Tol Laut Nasional.

"Program tol laut inilah yang akan menjadi penghubung antara pasar dan 39 kelompok nelayan yang sudah terbentuk di Depapre," katanya.

Baca Juga: Tol Laut Jadi Penghubung Pasar dengan 39 Kelompok Nelayan Papua
KKP Siapkan Bantuan Pembiayaan Korban Kebakaran Kapal di Cilacap



Akademisi Uncen dan juga Ketua Analisis Papua Strategis dari sebuah komunitas riset profesional Papua Laus Rumayom mengapresiasi kegiatan ini dan terus didukung oleh pemerintah provinsi dan kabupaten untuk sinergi dan mendukung program pemerintah pusat.

"Kedepannya dibutuhkan data dan kesiapan para nelayan teluk tanah merah dalam meningkatkan komoditi unggulan di sektor kelautan dan perikanan bahkan sampai pada level ekspor," kata Laus Rumayom yang juga sebagai Tenaga Ahli Kantor Staf Presiden Tahun 2021.

Video Terkait