Udang Galah, Udang Terbesar yang Jadi Komoditas Bernilai Ekonomi Tinggi

Ilustrasi udang galah (Istimewa)

Editor: Tanti Malasari - Selasa, 10 Mei 2022 | 19:45 WIB

Sariagri - Udang merupakan salah satu komoditas yang sangat digemari dan menjadi ekspor andalan Indonesia. Sebenarnya hewan laut ini memiliki jenis yang sangat banyak. Beberapa diantaranya yaitu udang windu, udang vaname, udang pancet, udang biasa, dan juga udang galah.

Dari sekian banyak jenis udang tersebut, udang galah adalah udang yang paling besar. Hal inilah yang membuat harga udang galah relatif lebih mahal daripada udang lainnya.

Selain daging yang tebal dan rasa yang lezat, udang ini juga dapat diolah menjadi beraneka masakan, baik digoreng, ditumis, direbus, atau bahkan dikukus.

Habitat dan persebaran udang galah

Udang yang juga dikenal sebagai Fresh Water shrimp, adalah jenis udang yang disukai oleh pasar Asia.

Udang ini memiliki kandungan asam lemak jenuh tidak terlalu tinggi, hal ini diakibatkan oleh dampak dari hidupnya yang berada di air tawar yang dangkal.

Namun berdasarkan siklus hidup, sebenarnya udang ini memerlukan dua habitat yaitu perairan air tawar dan payau (salinitas 5-20 ppt). Ia tumbuh dewasa saat usia 5-6 bulan.

Lalu ia kawin di perairan tawar, dan telur menetas sampai post larva berada di perairan payau. Hal ini membuat banyak orang mudah mancing udang galah di tambak ataupun di sungai.

Udang galah air tawar memiliki wilayah persebaran di daratan Asia hingga batas Garis Huxley kecuali Palawan, meliputi bagian timur Pakistan, India, Sri Lanka, dan bagian selatan Cina hingga Indonesia (Sumatera, Kalimantan dan Jawa).

Sementara di Yogyakarta, udang ini banyak ditemukan di perairan dekat muara sungai baik di Opak, Progo dan Bogowonto.

Karakteristik morfologi

Udang ini memiliki ciri khas уаіtu memiliki kepala уаng berbentuk kerucut, restrum melebar pada bagian ujungnya, bentuk udang ini memanjang dan melengkung kе atas.

Jika dilihat secara umum, karakteristik morfologis udang galah adalah sebagai berikut:

1. Udang ini memiliki tubuh dengan 5 ruas, yang masing-masingnya dilengkapi sepasang kaki renang, kulit keras dari chitin, pelura ke dua menutupi pleura pertama dan ke tiga.
2. Badan terbagi tiga bagian yaitu kepala+dada (cephalothorax), badan (abdomen), dan ekor (uropoda).
3. Cephalothorax dibungkus karapas (carapace).
4. Tonjolan seperti pedang pada carapace disebut rostrum dengan gigi atas sejumlah 11-15 buah dan gigi bawah 8-14 buah.
5. Kaki jalan kedua pada udang dewasa tumbuh panjang dan besar, mencapai 1,5 kali panjang badan, sedang pada udang betina pertumbuhan tidak begitu mencolok.

Karakteristik sifat-sifat

Berikut ini adalah beberapa sifat yang penting diketahui bagi Sobat Agri yang ingin memulai budidaya, antara lain:

1. Euryhalin

Udang ini dapat hidup pada kisaran salinitas yang lebar yaitu sekitar 0-20 ppt.

2. Omnivora

Udang ini termasuk hewan omnivora yaitu pemakan segala baik itu tumbuhan dan hewan. Bahkan ia terkadang juga kanibal karena kerap memakan sesama jenisnya, sehingga ini menjadi faktor yang menyulitkan dia dalam budidaya.

Baca Juga: Udang Galah, Udang Terbesar yang Jadi Komoditas Bernilai Ekonomi Tinggi
Artemia, Udang Kecil Kaya Nutrisi yang Digunakan sebagai Pakan Ikan

- Pada stadia larva, udang ini memakan plankton hewani (zooplankton), seperti rotifera, protozoa, cladocera, dan copepod. Larva bersifat planktonis, aktif berenang, tertarik oleh cahaya tetapi menjauhi sinar matahari.
- Pada stadium pertama (I), larva cenderung berkelompok dekat permukaan air dan semakin lanjut umurnya akan semakin menyebar dan individual serta suka mendekati dasar. Di alam larva hidup pada salinitas 5 – 10 0/00.
- Stadia Post larva, juvenil, dan dewasa memakan cacing, serangga air, udang renik, telur ikan, ganggang, potongan tumbuh-tumbuhan air, potongan hewan, jasa penempel, hancuran biji-bijian dan buah-buahan, siput, dan sebagainya, juga memakan jenisnya sendiri (kanibal, khususnya ketika molting).

3. Nokturnal

Udang ini termasuk jenis hewan yang nocturnal, sebab ia hanya aktif makan malam hari. Bahkan apabila lingkungan hidupnya sengaja dibuat gelap saat siang hari, udang ini tetap akan aktif makan.

Video Terkait