Penyelundupan 357 Karang Hias dengan Modus Pengiriman via Bus Digagalkan

Penyelundupan karang hias. (KPP)

Editor: Arif Sodhiq - Selasa, 10 Mei 2022 | 16:25 WIB

Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) bersama Ditpolairud Polda Nusa Tenggara Barat (NTB) menyita 357 karang hias yang akan diselundupkan dari Pelabuhan Penyeberangan  Lembar - Padang Bai dengan modus pengiriman via bus penumpang antarkota antarprovinsi (AKAP).

Kepala Balai Karantina Ikan, Pengendalian Mutu dan Keamanan Hasil Perikanan (BKIPM) Mataram, Obing Hobir menjelaskan kasus bermula saat petugas mendapat informasi intelijen dan langsung ditindaklanjuti pada 5 Mei 2022, pukul 12.15 WITA.

Dalam pengungkapan ini, Polri bersama BKIPM Mataram Wilker Lembar mengamankan 1 unit bus penumpang jurusan Bima-Surabaya.

"Jadi karang hias hidup ini dinaikkan bus penumpang untuk mengelabui petugas," ujarnya.  

Ketika diperiksa, petugas tidak menemukan sertifikat kesehatan ikan dan produk perikanan domestik pada komoditas tersebut. Polisi pun mengamankan pria berinisial D (43) dan J (38) guna penyelidikan lebih lanjut.

"Kita temukan 7 boks yang berisi 357 karang hias sekaligus kita sita sebagai barang bukti," kata Obing.

Selanjutnya kasus ini ditangani oleh Ditpolairud Polda NTB sedangkan bus berikut kru diamankan di Mako Ditpolairud Polda NTB.

Karang hias hidup hasil penyitaan tersebut  dilepasliarkan di perairan Montong, Lombok Barat. Lokasi ini dipilih berdasarkan rekomendasi Ditjen Pengelolaan Ruang Laut (PRL).

Baca Juga: Penyelundupan 357 Karang Hias dengan Modus Pengiriman via Bus Digagalkan
Jokowi Minta Jepang Buka Akses Pasar Pertanian dan Perikanan

Dalam kesempatan ini, Obing mengatakan hubungan KKP dengan Polri dan aparat penegak hukum lain semakin kuat dan sinergis.

Sariagri - "Ini amanat Pak Menteri Trenggono untuk menjaga keberlanjutan, jadi kita perkuat pengawasan bersama teman-teman instansi lain," pungkasnya.

 

Video Terkait