138.561 Ha di Wilayah Timur Pulau Bintan Ditetapkan Jadi Kawasan Konservasi

Ilustrasi - Terumbu karang. (Antara/HO-KKP)

Editor: Arif Sodhiq - Senin, 25 April 2022 | 16:20 WIB

Sariagri - Kementerian Kelautan dan Perikanan menetapkan Kawasan Konservasi di Perairan Wilayah Timur Pulau Bintan, Provinsi Kepulauan Riau, dengan total luasan mencapai 138.561,42 hektare. Penetapan itu melalui Keputusan Menteri Kelautan dan Perikanan Nomor 18 Tahun 2022 

”Penetapan kawasan konservasi wilayah timur pulau Bintan untuk mendukung hasil tangkapan ikan di Wilayah Pengelolaan Perikanan Negara Republik Indonesia (WPPNRI) 711, yang termasuk dalam zona penangkapan ikan untuk industri yang dibatasi jumlah penangkapannya dengan berbasis pada kuota penangkapan," ujar Dirjen Pengelolaan Ruang Laut KKP Victor Gustaaf Manoppo di Jakarta, Senin (25/4/2022).

Victor memaparkan, prinsip dari kawasan konservasi adalah spill over effect atau dampak limpahan. Di kawasan yang dilindungi, stok ikan akan tumbuh dengan baik dan limpahan dari pertumbuhan ini akan mengalir ke wilayah di luar kawasan dan dapat dimanfaatkan secara berkelanjutan tanpa mengurangi sumber pertumbuhan di daerah  dilindungi.

Dia menerangkan, manfaat kawasan konservasi akan dirasakan secara nyata, jika dikelola dengan baik dan dijaga kualitas perairannya.

Selain itu, kawasan konservasi yang dikelola secara efektif akan mampu mendukung hasil tangkapan ikan di luar kawasan konservasi dan mengurangi tekanan penangkapan berlebih dan menjaga populasi ikan.

"Maka dari itu, kami mengharapkan komitmen dari Pemerintah Daerah, dalam hal ini Dinas Kelautan dan Perikanan Provinsi Kepulauan Riau selaku pengelola kawasan konservasi daerah agar dapat melakukan pengelolaan secara berkelanjutan dengan melibatkan berbagai pihak dan tidak terlepas dari menjaga kualitas kawasan," kata Victor.

Dia meyakini penetapan kawasan konservasi di perairan wilayah timur Pulau Bintan bakal melindungi, melestarikan, dan memanfaatkan keanekaragaman hayati laut meliputi ekosistem terumbu karang, padang lamun, dan habitat asuhan ikan.

Sementara itu, Direktur Konservasi dan Keanekaragaman Hayati Laut (KKHL) Andi Rusandi mengungkapkan perairan di wilayah timur Pulau Bintan, Provinsi Kepulauan Riau memiliki keunikan fenomena alam dan keunikan alami, berdaya tarik tinggi serta berpeluang besar menunjang pengembangan wisata perairan berkelanjutan.

“Berdasarkan keunikan wilayahnya, kawasan konservasi di wilayah timur Pulau Bintan dikelola sebagai Taman Perairan yang ditetapkan untuk perlindungan, pelestarian, dan pemanfaatan keanekaragaman hayati dan/atau sumber daya ikan," ungkap Andi.

Sampai 2021, KKP telah menetapkan 79 kawasan konservasi, dengan total luasan mencapai 13,93 juta hektare. Selanjutnya pada 2022, KKP menargetkan penetapan kawasan konservasi seluas 2 juta hektare.

Lokasi kawasan yang akan ditetapkan berada di 19 Provinsi, yaitu Jabar, Sumbar, Maluku, Kaltara, Kepri, DIY, Sulbar, Sulut, Kaltim, NTB, Riau, Bengkulu, Lampung, Kep. Babel, NTT, Kalteng, Sultra, Sulsel, dan Papua Barat.

Baca Juga: 138.561 Ha di Wilayah Timur Pulau Bintan Ditetapkan Jadi Kawasan Konservasi
Ternyata Ini Fungsi Terumbu Karang untuk Kehidupan di Laut dan Lingkungan



Penetapan kawasan konservasi sejalan dengan komitmen global di Convention on Biological Diversity (Aichi Target 11) dan Sustainable Development Goals 14.


Video Terkait