Berbekal Ilmu dari Internet, Milenial Ini Sukses Budidaya Ikan Gabus

Alhid Fatahrir Sajidi, pemuda asal Kemranjen, Banyumas, Jawa Tengah. (Istimewa)

Editor: M Kautsar - Jumat, 22 April 2022 | 15:50 WIB

Ikan gabus (Chana striata) merupakan ikan yang banyak ditemukan pada perairan alam dan banyak diburu oleh masyarakat sebagai bahan pangan. Ikan ini juga memiliki potensi ekonomi yang cukup tinggi, namun jika terus-menerus ditangkap maka populasinya akan terancam.

Alhid Fatahrir Sajidi, pemuda asal Kemranjen, Banyumas, Jawa Tengah ini salah satu yang menggeluti budidaya ikan gabus. Berbekal ilmu yang dihimpun dari internet, milenial ini pun mulai melakukan pemijahan ikan gabus yang ditangkapnya dari alam.

“Untuk budidaya ikan gabus ini kurang lebih sudah dua tahun yang lalu, bermula dari hobi mancing kemudian melihat banyak anakan ikan gabus. Ikan gabus ini menjadi hama di kolam perikanan lainnya seperti mujair, gurame dll, dari situ saya berpikir bagaimana ikan yang dianggap sebagai hama bisa menghasilkan nilai jual,” ujarnya kepada Sariagri, Kamis (21/4/2022).

Pria yang akrab disapa Aji ini menjelaskan bahwa modal yang dikeluarkannya untuk memulai budidaya ikan gabus ini hanya sebesar Rp150 ribu, yang digunakan untuk membuat kolam untuk benih dan memberikan pakan selama satu bulan.

“Dari hasil situ saya mendapatkan kurang lebih Rp300 ribu, kemudian saya gunakan untuk pembuatan kolam dan pemeliharaan ikan yang selanjutnya,” jelasnya.

Aji mengungkapkan ilmu budidaya ikan gabusnya didapatkan dengan mempelajarinya lewat platform media sosial Youtube, dan membaca artikel-artikel di internet. Selain itu, dia juga mendapat pelajaran dari orang yang telah berkecimpung di dunia ternak gabus sebelumnya.

“Dalam beternak ikan gabus, sama dengan beternak ikan lainnya yaitu memperhatikan kondisi air atau kolam. Kemudian pemilihan bibit yang bagus dan pemberian pakan jangan sampai menggunakan pakan yang kurang berkualitas,” ungkapnya.

Ikan gabus memiliki karakter yang dapat meloncat, maka dari itu Aji menyarankan pada kolam budidaya perlu diberikan jaring pengaman.

“Waktu panen ikan gabus ini cenderung lama kurang lebih delapan bulan, karena ikan gabus ini termasuk ikan yang pertumbuhannya cukup lambat,” terangnya.

Baca Juga: Berbekal Ilmu dari Internet, Milenial Ini Sukses Budidaya Ikan Gabus
Pembudidaya Ikan Cupang Ini Raup Penghasilan per Bulan Hingga Rp35 Juta

Lebih lanjut Aji menuturkan bahwa dirinya berfokus pada pembenihan ikan gabus, di mana setiap kali melakukan pemijahan dia bisa mendapatkan benih sebanyak 3.000-5.000 ekor ikan sekali panen. Dia menyebutkan, benih gabus yang dijualnya seharga Rp500 per ekor.

“Untuk omzet sendiri ini naik turun, rata-rata dikisaran Rp1 juta – Rp2,5 juta per bulan. Tapi sering juga di bawah rata-rata,” pungkasnya.

Video Terkait