Racun Ampuh Siput Kerucut, Berpotensi Jadi Obat Penahan Rasa Sakit

Ilustrasi siput kerucut. (Axios)

Editor: Tatang Adhiwidharta - Senin, 28 Maret 2022 | 12:40 WIB

Sariagri -  Para ilmuwan menemukan racun ampuh dari siput kerucut yang sangat potensial digunakan sebagai bahan obat pengurang rasa sakit. Senyawa dalam racun siput ini mirip dengan hormon yang menghambat rasa sakit pada tubuh manusia, tetapi hormon versi siput ini bisa bertahan lebih lama dan dapat digunakan untuk membantu mengembangkan obat nyeri baru.

Ada lebih dari 1.000 spesies siput kerucut, masing-masing dengan campuran racun yang berbeda dalam racunnya. Namun para peneliti kini fokus untuk mempelajari siput kerucut air dalam, Conus neocostatus dari kelompok siput yang bernama clade Asprella. Siput ini menurut para ahli memiliki strategi berburu yang belum pernah diamati pada hewan sebelumnya.

Berbeda dengan cara berburu siput lainnya, Asprella menyuntikkan racun mereka ke ikan buruannya dan kembali ke cangkangnya untuk menunggu. Kira-kira satu hingga tiga jam, ikan buruannya itu akan mati dan siput Asprella akan mendekat untuk memakannya.

Cara berburu ini adalah "perilaku predasi yang sangat tidak biasa yang membuat kami berpikir racun yang mereka buat tidak biasa," kata Helena Safavi-Hemami, ahli biologi di Universitas Kopenhagen dan salah satu penulis studi yang diterbitkan di Science Advances.

Ketika para peneliti mempelajari lebih lanjut racun siput tersebut, mereka menemukan adanya molekul yang mirip dengan hormon somatostatin yang menekan rasa sakit di tubuh manusia, demikian dikutip dari axios.com.

Baca Juga: Racun Ampuh Siput Kerucut, Berpotensi Jadi Obat Penahan Rasa Sakit
Peneliti: Ikan Zebra Berpotensi sebagai Obat Berbagai Penyakit



Tapi tidak seperti hormon di tubuh manusia dan versi sintetisnya yang berumur pendek, senyawa siput yang dijuluki Conosomatin Ro1 itu  memiliki daya tahan hingga lebih dari 158 jam. Menurut hasil penelitian, senyawa dari racun siput itu akan bekerja pada manusia.
    
Dalam uji coba efek Conosomatin Ro1 pada tikus laboratorium, peneliti menemukan bahwa dosis senyawa yang lebih tinggi akan menurunkan kepekaan tikus terhadap rasa sakit. Keong kerucut menurut Safavi-Hemami juga bisa membuat bentuk insulin yang digunakan untuk meningkatkan kemampuan obat insulin.


 

Video Terkait