Ilmuwan Kembangkan Ikan Lele Raksasa Mekong yang Terancam Punah

Ilustrasi Ikan Lele Raksasa. (BBC)

Editor: Tatang Adhiwidharta - Rabu, 23 Maret 2022 | 16:20 WIB

Sariagri - Para ilmuwan berhasil mengembangbiakkan spesies lele (catfish) raksasa Mekong yang terancam punah, dan kemudian melepaskannya ke Danau Tonle Sap, danau air tawar terbesar di Asia Tenggara dan salah satu daerah penangkapan ikan pedalaman terkaya di dunia.

Tim ilmuwan internasional dan profesional perikanan yang dipimpin oleh Zeb Hogan melepas lele raksasa Mekong dan sebanyak 1.500 spesies ikan ikonik lainnya ke dalam cagar ikan di Tonle Sap yang terhubung ke Sungai Mekong, di Kamboja.

"Ini adalah langkah pertama dalam upaya memulihkan populasi ikan air tawar terbesar di Mekong," kata Hogan yang bekerja sama dengan Badan Pembangunan Internasional Amerika Serikat untuk memimpin proyek 'Keajaiban Mekong'. 

Dia menambahkan, penelitian ini menjadi alat yang efektif untuk melindungi keanekaragaman hayati perairan dan meningkatkan biomassa ikan dan salah satu tindakan yang diperlukan, untuk membawa spesies ini kembali dari ambang kepunahan.

Mengutip situs unr.edu, ikan lele raksasa Mekong yang terancam punah merupakan pemegang rekor dunia saat ini untuk ikan air tawar terbesar di dunia dengan berat 646 pon. Spesies ikan yang terancam punah ini sebelumnya pernah menjadi makanan pokok di wilayah tersebut, namun populasinya telah menurun drastis.

Ribuan ikan yang dilepasliarkan di danau Tonle Sap sebagian besar adalah ikan muda yang telah dipelihara oleh Administrasi Perikanan Kamboja dalam kemitraan dengan proyek kerjasama Keajaiban Mekong yang didukung USAID. Ikan-ikan tersebut selanjutnya akan dikelola Pemerintah Kamboja agar segera berkembang biak. 

Baca Juga: Ilmuwan Kembangkan Ikan Lele Raksasa Mekong yang Terancam Punah
Nekat! Pria Ini Mulai Budi Daya Lele Sangkuriang dari Modal Uang Bayar Angsuran Motor Rp700 Ribu

"Kami mencoba menentukan berapa banyak ikan yang akan tinggal di kawasan lindung. Semua ikan ditandai dengan nomor unik, jadi jika ditangkap kembali, kami akan dapat mempelajari tingkat kelangsungan hidup, pertumbuhan dan gerakan," ujar Hogan.

Tonle Sap, danau terbesar di Asia Tenggara dan rumah bagi lebih dari 300 spesies ikan, merupakan hotspot keanekaragaman hayati air tawar dan Cagar Biosfer UNESCO. Secara historis, danau tersebut telah berfungsi sebagai tempat pembibitan penting bagi ikan raksasa yang terancam punah, dan bagi banyak populasi ikan migrasi lainnya di lembah Sungai Mekong. Dalam beberapa tahun terakhir, ikan ini mendapat ancaman yang meningkat dari pembangunan bendungan di hulu, penangkapan ikan yang berlebihan dan kekeringan.

 

Video Terkait