Pulau Ini Potensial untuk Budidaya Kerang Hijau Selain Sentra Ikan Asin

Budidaya kerang hijau.(Sariagri/Iwan K)

Editor: Arif Sodhiq - Rabu, 16 Maret 2022 | 09:00 WIB

Sariagri - Selama ini banyak yang mengira kalau Pulau Pasaran hanya sebagai sentra penghasil ikan asin dan teri terbesar di Lampung dan bahkan di Sumatera saja. Padahal, Pulau Pasaran juga merupakan lokasi budidaya kerang hijau (Perna viridis) yang cukup potensial.

Pulau Pasaran berada di wilayah Kelurahan Kota Karang, Kecamatan Teluk Betung Barat, Kota Bandar Lampung. Kedepan pulau ini akan menjadi ikon wisata baru wilayah kepulauan. 

Salah satu pembudidaya kerang hijau dengan sistem keramba apung di Pulau Pasaran adalah Imron. Menurut dia, sudah sekitar 10 tahun belakangan ini nelayan asli Pulau Pasaran membudidayakan kerang hijau sebagai penghasilan tambahan jika tidak melaut.

Imron mengatakan lebih dari 100 keramba milik nelayan di wilayah Pulau Pasaran. Pada bagian atas keramba terdapat bambu yang sudah tersusun sedemikian rupa, terikat di atas drum sebagai pelampung.

“Supaya tidak terbawa arus, ada jangkar yang diletakkan di bawah keramba sebagai pemberat. Selanjutnya, tinggal dipasang tali tambang menjulur ke air laut sebagai media kerang hijau untuk melekat,” paparnya.

Anakan kerang hijau yang menempel pada media tali tambang, akan tumbuh hingga siap dipanen dalam waktu 4-6 bulan. Hasilnya sekali panen bisa mencapai seratusan kilogram. Namun, tidak semua tali di keramba selalu menghasilkan banyak kerang, tergantung kesuburan bibit dan juga kondisi air laut dan cuaca.

“Kerang hijau yang siap dipanen jika sudah berukuran dua jari orang dewasa. Setelah dilepaskan dari media tali, kerang harus dibersihkan dari kotoran yang melekat baru siap dijual,” kata Imron.

Baca Juga: Pulau Ini Potensial untuk Budidaya Kerang Hijau Selain Sentra Ikan Asin
Akuakultur Pengaruhi Ukuran dan Pertumbuhan Ikan Liar

Para pembudidaya kerap menghadapi persoalan harga yang tidak stabil. Sebelum pandemi, harga per kilogram kerang hijau bisa mencapai Rp14 ribu, namun kini hanya sekitar Rp10 ribu dan kadang lebih rendah.

Meski demikian, budidaya kerang hijau sudah dilirik sebagai potensi wisata untuk mengikuti ajang Anugerah Desa Wisata 2022. Pengunjung nantinya dapat melihat secara langsung area budidaya dan mendapat edukasi, dengan hanya membayar Rp15 ribu per orang. 

Video:

 

 

Video Terkait