Pembudidaya Ikan Cupang Ini Raup Penghasilan per Bulan Hingga Rp35 Juta

Aris Setyobudi (42 tahun), pembudidaya ikan cupang di Desa Ringinpitu, Kecamatan Kedungwaru, Tulungagung. (Foto Sariagri/Arif L)

Penulis: M Kautsar, Editor: Reza P - Senin, 14 Maret 2022 | 18:15 WIB

Sariagri - Merebaknya serangan penyakit Demam Berdarah Dengue (DBD) di berbagai daerah di Indonesia, yang terjadi hampir 2 bulan terakhir menjadi berkah rejeki tersendiri bagi para pembudidaya ikan cupang (Betta sp) di Kabupaten Tulungagung, Jawa Timur.

Salah satunya, Aris Setyobudi (42 tahun), pembudidaya ikan cupang di Desa Ringinpitu, Kecamatan Kedungwaru, Tulungagung yang mengaku permintaan ikan cupang meningkat hingga 60 persen.

Jika hari-hari biasa hanya mendapat pesanan dari pelanggannya sebanyak 2.000 ekor per minggu, kini mampu mengirim pesanan sebanyak 3.000 ekor per pekan. “Permintaan ada peningkatan sekitar 60 persen dibandingkan hari biasa. ikan cupang ini, banyak dipesan untuk memangsa jentik nyamuk. Selain itu, sebagian pelanggan pesan untuk dijadikan ikan hias,” tutur Aris Setyobudi kepada Sariagri, Senin (14/03/2022).

Pemesannya pun tidak hanya datang dari kota-kota di Pulau Jawa, namun juga datang dari berbagai kota di luar Pulau Jawa. "Pelanggan saya tidak hanya dari kota/kabupaten di Pulau Jawa. Namun banyak yang minta kiriman dari Sumatera, Batam, Kalimantan, Sulawesi, Maluku, Bali hingga Lombok,” imbuhnya.

Aris mengatakan kelebihan ikan cupang hasil budidaya miliknya yaitu mampu hidup dalam segala macam kondisi air. “Bahkan di air keruh seperti selokan maupun genangan bak mandi, air vas bunga hingga tandon air, ikan cupang yang saya kembangkan mampu hidup. Bahkan saat dipelihara di bak mandi, tidak akan menimbulkan bau amis dan tidak banyak menghasilkan kotoran,” ucap dia.

Saat ini, Aris telah berhasil mengembangkan budidaya tiga jenis ikan cupang, yakni jenis halfmoon atau bulan sepotong, crown tail atau serit dan jenis plakat atau petarung. Dia menyebutkan proses budidaya ikan cupang sangatlah mudah. Hanya disediakan beberapa petak kolam ikan untuk pengelompokan berdasarkan umur dan ukuran. Selain itu makanannya juga mudah.

“Karena tergolong ikan predator, jadi harus dipisah biar tidak saling memangsa. Terutama ikan cupang kecil. Makanannya selain jentik nyamuk juga saya siapkan cacing sutera,” kata dia.

Baca Juga: Pembudidaya Ikan Cupang Ini Raup Penghasilan per Bulan Hingga Rp35 Juta
Meski Pandemi COVID-19, Remaja 14 Tahun Ini Sukses Mendulang Cuan dari Bisnis Ikan Cupang

Dia menjelaskan ikan cupang biasa di jual saat berumur 1,5 bulan, setelah dilakukan pembesaran di kolam koloni.

“Ikan cupang, pada siang hari cenderung aktif di dasar air kolam dan malam hari aktif di atas permukaan air karena akan muncul warna yang lebih tajam. Di kolam koloni, fisik ikan akan lebih bagus, agresif dan telur penghasil anakan juga lebih bagus," ujarnya.

Ikan cupang hasil budidaya di kolamnya di jual kepelanggannya seharga Rp2.000 hingga Rp3.000 per ekor tergantung jenis dan ukuran ikan. “Dari hasil budidaya ini, setiap bulan saya mampu meraup penghasilan antara Rp25 juta hingga Rp35 juta. tergantung ramai sepinya pesanan,” pungkasnya.

Video terkini:

Video Terkait