Peluang Ekspor Besar, Pembudidaya Minta Presiden Jadikan Ikan Cupang Sebagai Cenderamata di KTT G20

Hafyz pembudidaya ikan cupang. (Sariagri/Arief)

Editor: Reza P - Jumat, 18 Februari 2022 | 19:35 WIB

Sariagri - Pandemi COVID-19 banyak menyisakan tangis dan derita bagi sebagian orang, salah satu dampaknya ialah kehilangan pekerjaan. Namun, tak bisa dipungkiri bahwa pagebluk ini juga membawa berkah bagi kalangan hobi seperti pada penggemar ikan hias.

Salah satu ikan hias yang begitu digandrungi selama masa pandemi ini adalah ikan cupang atau betta fish. Hafyz salah seorang pembudidaya ikan cupang mengaku, ikan ini bukan hanya memberi keuntungan bagi pembudidaya, namun juga memberi ruang bagi mereka yang kehilangan pekerjaan akibat pandemi.

“Selama masa pandemi ini, dunia cupang bukan hanya menguntungkan bagi pembudidaya, seller dan lain-lain, tapi juga memberi ruang buat mereka yang gak ada pekerjaan seperti pencari pakan, cacing, kutu air dan sebagainya. Dengan kata lain ini mengurangi pengangguran,” ujarnya saat dihubungi Sariagri, Jumat (18/2).

Hafyz mengungkapkan bahwa semenjak ikan cupang berkembang pesat di masyarakat, memunculkan ide kreatif seperti pagelaran kontes ikan cupang yang begitu masif.

“Selama booming bisa 4-5 kali kontes cupang sebulan, di mana lebih dari 1.000 ekor ikan bisa turut serta, bayangkan aja satu ekor daftar taro lah Rp100 ribu, nah ini sangat memberikan keuntungan juga buat jasa handler, jasa pengiriman dll,” ungkapnya.

Bahkan, lanjut dia, pegiat ikan cupang yang tersebar di seluruh Indonesia sudah merambah ke dunia ekspor. Hafyz menyebutkan tujuan ekspor ikan cupang tanah air di antaranya Filipina, Singapura, Malaysia, Amerika Serikat, hingga Eropa.

Hafyz menyatakan bahwa sayangnya langkah para pegiat ikan cupang tersebut belum dilirik oleh pemerintah. Dia berharap agar pemerintah bisa memberikan regulasi yang terbaik untuk para pegiat ikan tersebut.

“Sayangnya langkah kita belum dilihat pemerintah, belum ada regulasi yang bisa mendorong para pegiat ini untuk lebih maju, misalnya aja karantina ikan yang lama. Cupang ini ikan asli dari Indonesia, nah kalo di Thailand kenapa bisa begitu maju para pembudidayanya karena pemerintahnya mendukung,” tandasnya.

Membawa Ikan Cupang Sebagai Cenderamata di KTT G20

Indonesia di tahun 2022 ini akan menjadi tuan rumah KTT G20, tentunya banyak pasang mata dari berbagai negara yang terfokus pada Tanah Air tercinta ini.

Menurut Hafyz ini merupakan momentum yang tepat untuk memperkenalkan kearifan lokal nusantara yaitu ikan cupang di Event Internasional tersebut.

“Saya lihat cupang di Indonesia sangat bagus, unik dan indah ketika kita melihatnya. Sudah banyak penjual ikan cupang di Indonesia yang menjual ikan cupangnya ke luar negri. Ini moment bagus sekali untuk pemerintah agar menjadikan ikan cupang sebagai cenderamata atau promosi kenang- kenangan yang diberikan kepada kepala negara yang hadir KTT G20. Insyaallah pasti Bapak Presiden Jokowi mendukung ini,” harapnya.

Baca Juga: Peluang Ekspor Besar, Pembudidaya Minta Presiden Jadikan Ikan Cupang Sebagai Cenderamata di KTT G20
Artemia, Udang Kecil Kaya Nutrisi yang Digunakan sebagai Pakan Ikan

Lebih lanjut Hafyz mengajak kepada pembudidaya dan penjual ikan cupang di Indonesia agar turut meramaikan lewat berbagai platform media sosial untuk mempromosikan gagasan ini.

“Saya mengajak kepada pembudidaya, penjual dan penghobi ikan cupang agar meramaikan di media sosial dengan menggunakan tagar #IkanCupangIndonesiaGoesToKTTG20. Semoga kedepannya, dari gerakan ini makin banyak lagi masyarakat Indonesia yang mencintai Ikan Cupang Indonesia,” tutup pria yang memiliki akun instagram @hafyzmarshal.

Video Terkait