Mengenal Salmon, Jenis Ikan yang Dikenal Paling Bernutrisi di Dunia

Ilustrasi Ikan Salmon. (Pixabay)

Editor: Tanti Malasari - Jumat, 28 Januari 2022 | 20:00 WIB

Sariagri - Ikan salmon merupakan ikan yang sangat popular di berbagai negara. Di Canada, ikan ini menjadi komoditas terbesar di dunia. Teksturnya lembut sehingga sangat mudah untuk diolah dan dikonsumsi, terutama bagi anak-anak. Untuk harga, ikan memang terbilang cukup mahal yakni 100 sampai 300 ribu rupiah per kilogramnya.

Selain itu ikan ini juga dikenal sebagai ikan yang paling bernutrisi. Ada hal unik dari siklus hidup ikan ini, karena termasuk dalam golongan anadromous yang salah satu cirinya adalah melakukan migrasi saat hendak berkembang biak. Mereka hanya akan bertelur dan lahir di air tawar, sehingga anak ikan ini akan menetap di air tawar hingga beberapa bulan atau beberapa tahun.

Setelah itu, berenang menuju lautan sampai beranjak dewasa. Ketika dewasa mereka akan kembali lagi ke air tawar tempat asalnya untuk bertelur, sehingga mereka terkenal akan kelebihannya dalam mengingat tempat asalnya.

Spesifikasi dan jenis ikan salmon

Ikan ini termasuk dalam keluarga salmonidae, yaitu ikan bersirip kipas seperti trout, char, dan ikan putih air tawar lainnya. Ikan ini termasuk golongan ikan pelagis yang mampu hidup di beberapa habitat berbeda, seperti air tawar, muara, dan air laut dengan kedalaman antara 0 sampai 250 meter.

Ikan ini memiliki ukuran panjang tubuh mencapai 84 cm bagi jantan dan 71 untuk betinanya. Sedangkan berat tubunya dapat mencapai 8 kilogram dengan usia maksimal sekitar 8 tahun.

Sirip punggung lunak mereka berjumlah antara 11-16 buah dan sirip anus lunak berjumlah 13-18 buah. Selain itu, ikan ini juga dilengkapi dengan tulang punggung berjumlah 56-67 buah.

Tercatat, ada 6 species ikan salmon, yaitu 1 jenis dari samudera atlantik yang dikenal juga dengan sebutan ‘black salmon’ dan 5 jenis lainnya seperti chinook, chum, sockeye, coho, dan pink salmon, berasal dari samudera pasifik.

Diantara semuanya, populasi pink salmon menjadi yang paling banyak ditemukan di pasaran, dibandingkan jenis lainnya. Ukurannya pun terbilang paling kecil. Hal ini juga yang membuat harganya menjadi lebih murah dibandingkan jenis lain.

Kandungan dan manfaat bagi kesehatan tubuh

1. Kaya protein

Ikan ini mengandung protein dengan kualitas tinggi. Dalam 350 gram dagingnya mengandung 22-25 gram protein. Jumlah ini mampu mencukupi kebutuhan protein harian kita. Protein ini penting dalam tubuh manusia karena memberikan manfaat dalam membantu proses penyembuhan luka, melindungi kesehatan tulang, sampai menjaga massa otot selama proses penurunan berat badan dan proses penuaan.

2. Lemak omega-3

Selain protein, ikan ini juga memiliki lemak omega-3. Dalam 100 gramnya memiliki lemak omega-3 rantai panjang sebanyak 2,3 sampai 2,6 gram. Kandungan ini sangat dibutuhkan tubuh, mengingat tubuh kita tidak bisa memproduksi lemak omega-3 sendiri, sedangkan protein ini sangat dibutuhkan oleh tubuh. Perannya sangat berfungsi untuk meningkatkan fungsi arteri di dalam tubuh. Selain itu juga meredakan gejala rheumatoid arthritis, yang terjadi akibat sistem kekebalan tubuh tidak baik, nyeri atau pembengkakan pada persendian tangan atau kaki yang disebabkan oleh autoimun.

3. Kaya vitamin B

Daging ini mengandung berbagai jenis vitamin B, mulai dari vitamin B1-B6, B9, hingga B12. Vitamin ini membantu tubuh dalam mengubah makanan menjadi energi. Kemudian, vitamin ini juga berperan dalam memperbaiki sel DNA yang rusak. Hadirnya vitamin ini disinyalir dapat mengurangi peradangan dan mengoptimalkan sistem otak dan saraf.

Baca Juga: Mengenal Salmon, Jenis Ikan yang Dikenal Paling Bernutrisi di Dunia
Ikan Koki, Ikan Hias Cantik yang Paling Banyak Diburu Pecinta Ikan

4. Potasium

Potasium yang terkandung di dalamnya cukup besar jika dibandingkan dengan pisang. Potasium ini sangat berperan dalam mengontrol tekanan darah agar tetap stabil.

5. Selenium

Selain kalsium, kehadiran selenium dalam darah juga berfungsi dalam menjaga kesehatan tulang. Selain itu, selenium juga dapat menurunkan kadar antibodi tiroid dalam tubuh penderita penyakit tiroid autoimun. Dengan begitu, risiko kanker pun akan menurun. Untuk mencukupi jumlah selenium, kamu bisa mengonsumsi ikan ini dalam menu sehari-hari.

Video Terkait