Artemia, Udang Kecil Kaya Nutrisi yang Digunakan sebagai Pakan Ikan

Ilustrasi artemia (Foto: Ilustrasi)

Editor: Tanti Malasari - Rabu, 26 Januari 2022 | 17:30 WIB

Sariagri - Keberhasilan budidaya udang dan ikan, tergantung dari banyak hal, salah satunya adalah pemberian jenis pakan. Dari sekian banyak pakan, ada diantaranya yang dinilai berkualitas dan kaya nutrisi, yaitu artemia. Nama ini sebenarnya sudah tidak asing lagi bagi pegiat budidaya udang dan ikan.

Pakan alami ini sebenarnya adalah sejenis udang kecil bernama renik yang hidup di laut. Mereka berasal dari kelompok chrustacea yaitu famili yang anggotanya terdiri dari udang, lobster, dan kepiting. Meski ukurannya kecil, namun udang ini mengandung asam lemak tak jenuh, kaya protein serta berbagai macam asam amino esensial yang menunjang pertumbuhan ikan, khususnya ikan cupang dan ikan hias lainnya.

Namun umumnya yang dijadikan pakan adalah yang dewasa, yaitu berusia kira-kira 2 minggu setelah penetasan. Selain punyai nilai gizi yang tinggi, udang ini juga mudah dicerna untuk benih ikan. Umumnya pakan yang digunakan adalah nauplii maupu juvenile dan dewasa bergantung pada ukuran benih ikannya.

Habitat artemia

Artemia biasanya dapat dijumpai di perairan laut amerika dan Argentina, akan tetapi saat ini mereka sudah banyak dibudidayakan di perairan laut Indonesia. Habitat udang kecil ini adalah pesisiran yang memiliki kadar garam cukup tinggi. Hewan air ini bisa tumbuh dan berkembang dengan baik pada suhu 25-30 derajat Celcius.

Selain itu dalam memenuhi kebutuhan pakan, renik ini juga banyak diproduksi atau dibudidayakan dalam tambak ataupun bak. Mereka dapat hidup pada kisaran salinitas air yang luas, bahkan di alamnya banyak didapatkan hidup di air dengan salinitas 100 ppt atau lebih. Namun salinitas ideal untuk pertumbuhan mereka adalah antara 32-65 ppt.

Karakteristik artemia

Udang ini memiliki ukuran tubuh yang sangat kecil, yaitu hanya berkisar 1-2 cm, sedangkan larva yang baru menetas berukuran 0,35 – 0,45 mm. Larva yang baru menetas dikenal dengan nauplius. Beratnya pun sangat ringan, yakni hanya 10 miligram saja per ekornya.

Mereka mampu hidup di lingkungan yang kadar garamnya sebesar 3 – 300 g/l, mampu beradaptasi dengan suhu lingkungan yang fluktuatif sekitar 6-35 derajat Celcius. Di alam bebas, hewan kecil ini memakan berbagai sisa renik dari jasad hidup yang hancur, ganggang berukuran renik, bakteri, dan cendawan untuk memenuhi nutrisi tubuhnya.

Namun ada juga beberapa jenis ganggang yang dimakan seperti ganggang hijau. Jenis ganggang tersebut antara lain lambertia, cladophora, platymonas, dan banyak lagi. Ada pula jenis ganggang biru yang juga dikonsumsi oleh, yakni jenis oscillatoria.

Di alam bebas, ada dua jenis perkembangbiakan yang terjadi, yaitu secara biseksual dan patenogenetik. Perkembangbiakan biseksual terjadi dengan adanya perkawinan induk betina dan jantan. Sedangkan patenogenetik dilakukan dengan dirinya sendiri tanpa adanya perkawinan.

Budidaya

Saat ini penggunaan artemia mulai galak digunakan. Ia sudah banyak di budidaya, mengingat kandungan gizi yang dimilikinya baik bagi pertumbuhan udang dan ikan. Hewan kecil ini dibudidayakan dengan bertelur dan beranak. Jika lingkungan cukup mendukung perkembangannya, mereka bisa berkembang biak dengan beranak.

Baca Juga: Artemia, Udang Kecil Kaya Nutrisi yang Digunakan sebagai Pakan Ikan
Ikan Koki, Ikan Hias Cantik yang Paling Banyak Diburu Pecinta Ikan

Sementara, bila ia berada di lingkungan yang kurang mendukung, artemia akan bertelur. Penetasan ini bergantung pada suhu air tempatnya berada. Setelah menetas salah satu pakan yang bisa digunakan untuk pembesarannya adalah bekatul. Kemudian ketika sudah dewasa atau berusia 2 minggu, mereka sudah bisa digunakan untuk pakan ikan.

Harga

Di pasaran ada jenis pakan ini yang banyak dijual yaitu artemia supreme plus. Jenis ini adalah pakan untuk larva atau anak ikan yang baru menetas (usia 3 hari). Kandungannya terbuat dari 100% telur udang murni dan mengandung protein tinggi. Untuk harganya sendiri beragam, mulai dari belasan sampai puluhan ribu rupiah per kemasannya.

Video Terkait