Lebih Tinggi dari 2021, Kemenkeu Targetkan PNBP Sektor Perikanan Tahun Ini Rp1,6 Triliun

Tangkapan layar - Dirjen Anggaran Kemenkeu Isa Rachmatarwata dalam RDP dengan Komisi XI DPR RI di Jakarta.( Antara/Sanya Dinda)

Editor: Arif Sodhiq - Selasa, 25 Januari 2022 | 22:30 WIB

Sariagri - Kementerian Keuangan (Kemenkeu) menargetkan penerimaan negara bukan pajak (PNBP) dari sektor perikanan sebesar Rp1,6 triliun pada 2022.

"PNBP sektor perikanan sering dapat sorotan dari DPR. Insya Allah akan kita dorong teman-teman KKP untuk bisa menghasilkan Rp1,6 triliun atau bahkan lebih tahun ini," ujar Direktur Jenderal Anggaran Kemenkeu Isa Rachmatarwata dalam rapat dengar pendapat (RDP) dengan Komisi XI DPR RI di Jakarta, Selasa (25/1/2022).

Isa mengatakan pada 2021 PNBP sektor perikanan telah mencapai lebih dari Rp1 triliun sehingga nilainya diharapkan lebih tinggi di 2022.

"Untuk PNBP dari KKP, didapatkan dari pemanfaatan ruang laut dan dari hasil budidaya. Tahun ini mereka menjanjikan lebih tinggi, mudah-mudahan bisa dicapai," kata Isa.

Sedangkan total PNBP dari keseluruhan sektor nonmigas diharapkan dapat mencapai Rp36,04 triliun pada 2022.

Selain dari sektor perikanan, PNBP sektor nonmigas juga ditargetkan didapat dari sektor mineral dan batu bara senilai Rp28,01 triliun, sektor kehutanan Rp4,85 triliun dan panas bumi Rp1,55 triliun.

Sementara PNBP dari sektor migas diharapkan Rp85,90 triliun sehingga total PNBP dari sumber daya alam dapat mencapai Rp121,95 triliun pada 2022.

PNBP dari kekayaan negara yang dipisahkan di 2022 ditargetkan Rp37,00 triliun, badan layanan umum (BLU) Rp78,79 triliun dan PNBP lain Rp97,80 triliun. Dengan demikian, total target PNBP pada 2022 sebesar Rp335,55 triliun.

Baca Juga: Lebih Tinggi dari 2021, Kemenkeu Targetkan PNBP Sektor Perikanan Tahun Ini Rp1,6 Triliun
KKP Lantik 4 Kepala UPT Perikanan Budidaya Guna Genjot Akselerasi Program Terobosan 2022

Hanya saja, Isa mengatakan pemerintah masih menghadapi tantangan dalam realisasi PNBP di 2022. Tantangan itu antara lain fluktuasi harga komoditas, tren penurunan lifting minyak, serta pertumbuhan ekonomi dan mobilitas masyarakat yang masih dipengaruhi COVID-19.

"Optimalisasi pengelolaan sumber daya alam (SDA) untuk menjadi sumber PNBP dengan tetap memperhatikan kelestarian lingkungan juga masih menjadi tantangan," pungkasnya.

Video:

Video Terkait