Inovatif, Ilmuwan Ciptakan Pakan Ikan dari Bakteri Pemakan Gas Metana

Ilustrasi akuakultur. (pixabay)

Editor: Dera - Selasa, 25 Januari 2022 | 14:50 WIB

Sariagri - Polusi dari gas metana selalu menjadi isu yang menekan dunia pertanian dan peternakan. Emisi gas metana yang dihasilkan dari aktivitas peternakan dan pertanian dianggap sebagai emisi gas rumah kaca yang sangat mengganggu dan merusak lingkungan.

Seorang insinyur lingkungan di Universitas Stanford di California, menangkap isu ini dan ia menemukan cara untuk menggunakan gas metana sebagai bahan pembuatan pakan ikan.

Sang insinyur, Sahar El Abbadi menemukan ide baru tersebut ketika mengetahui hasil penelitian di kampusnya tentang bakteri yang bisa menguraikan plastik. Di waktu yang sama, para peneliti di Belgia menemukan bahwa ikan dan udang senang memakan bakteri yang mendegradasi plastik, demikian dikutip dari sciencenewsforstudents.org.

Dia dan timnya kemudian melakukan penelitian untuk menumbuhkan bakteri atau mikroba sejenis dengan cara memberinya makan metana. Bakteri atau mikroba yang kaya protein inilah yang kemudian digunakan sebagai pakan ikan atau hewan ternak lainnya.

Langkah pertama yang dilakukan para peneliti Stanford ini adalah menemukan mikroba untuk memakan metana itu. Mikroba ini dikenal sebagai metanotrof (Meh-THAN-oh-troafs) yang sangat umum, kata Marina Kalyuzhnaya, salah satu anggota tim peneliti.

Kalyuzhnaya bekerja di San Diego State University di California dan mempelajari mikroba pemakan metana tersebut. Mikroba ini "dapat dikumpulkan dari danau, tanah, laut, sungai, dan bahkan akar tanaman," jelasnya.

Untuk menumbuhkan bakteri tersebut di laboratorium, El Abbadi menggunakan wadah khusus. Kemudian timnya mengisi setengah wadah dengan air dingin dan menambahkan mikroba yang haus metana. Satu pipa disambungkan ke wadah untuk memasok metana. Pipa tambahan membawa gas lain yang dibutuhkan mikroba untuk tumbuh, bernapas dan membuat protein.

Baca Juga: Inovatif, Ilmuwan Ciptakan Pakan Ikan dari Bakteri Pemakan Gas Metana
Cara Membuat Pelet Maggot, Alternatif Pakan Ikan Berprotein Tinggi

Populasi metanotrof akan berlipat ganda setiap tiga jam, kata Kalyuzhnaya. Ini berarti, jika memasukkan 28 gram (satu ons) mikroba ke dalam wadah dan terus memberi mereka metana dan nutrisi selama 24 jam, maka bisa diperoleh lebih dari 7 kilogram (15,4 pon) bakteri. Bakteri yang tumbuh ini kemudian disaring, dikeringkan dan diproses sebagai makanan ikan.

Saat ini, sebagian besar ikan yang dibudidayakan diberi makan tepung ikan, yakni ikan kering yang digiling. Cara ini relatif mahal dan sebenarnya ikan-ikan yang dikeringkan itu bisa lebih berguna untuk bahan makan manusia. Dengan menumbuhkan bakteri, maka biaya pakan ikan akan lebih murah dan tentu akan lebih berguna bagi lingkungan karena bisa mengurangi emisi metana.

Video Terkait