Tidak Ribet, Begini Cara Budidaya Rumput Laut

Ilustrasi budidaya rumput laut. (Pixabay)

Penulis: Gloria, Editor: M Kautsar - Senin, 24 Januari 2022 | 19:55 WIB

Sariagri - Rumput laut menjadi salah satu penyumbang ekonomi negara. Kebutuhannya di tengah masyarakat tentu saja harus terpenuhi.

Melansir sejumlah sumber, untuk porsi 100 gram, rumput laut mengandung air 82,2 gram, karbohidrat 7,94 gram, serat 0,7 gram, kalsium 129 miligram, magnesium 77 mg, dan fosfor 60 mg.

Selain itu, rumput laut mengandung kalium 165 mg, sodium 384 mg, vitamin C 15 mg, vitamin A 95 mikrogram, folat 174 mikrogram dan beta karoten 1140 mikrogram.

Kemudian, rumput laut mengandung antioksidan yang berfungsi untuk meningkatkan fungsi tiroid, meningkatkan kesehatan jantung, menstabilkan gula darah, membantu menurunkan berat badan, memperkuat sistem kekebalan tubuh dan meningkatkan kesehatan usus.

Karena kaya akan manfaat, rumput laut banyak diminati. Maka itu, tidak heran jika sejumlah orang memilih untuk budidaya rumput laut.

Tidak harus di lautan, budidaya rumput laut dapat dilakukan di air tawar. Namun perhatian khusus tetap dibutuhkan.

Menurut Dinas Ketahanan Pangan dan Perikanan Kabupaten Buleleng, budidaya rumput laut masih dapat dilakukan dengan cara sederhana. Pada umumnya budidaya rumput laut jenis Gracilaria dinilai lebih mudah ketimbang rumput laut jenis Eucheuma sp.

Langkah pertama budidaya rumput laut di air tawar dibutuhkan persiapan lahan. Keluarkan seluruh air dari tambak lalu beri taburan pupuk kandang.

Kemudian, bajaklah lahan atau dengan dicangkul. Lahan juga dapat dicampurkan dengan TSP bila kondisi tanah masih keras. Ketebalan tambak berkisar 10-15 cm. Tambak kemudian didiamkan selama tiga hari.

Setelah itu, semprotkan Saponin sekitar 40-50 kg per hektare lahan, lalu isilah air sedalam 20 sentimeter. Selama kurang lebih tiga hari, diamkan tambak dan buang airnya. Kemudian biarkan tambak mengering.

Langkah kedua, masukkan air dengan kedalaman 10 cm di tambak yang telah kering tersebut. Kemudian tebarkan bibit secara merata. Penebaran bibit tidak dapat dilakukan terlalu rapat atau terlalu jarang.

Waktu terbaik dalam penebaran bibit adalah sore hari untuk menghindari stres pada rumput yang melakukan adaptasi.

Pada satu hektare tambak membutuhkan bibit sebanyak satu ton. Ketika penebaran telah selesai, tambak kembali diisi dengan air setinggi 50 cm. Salinitas dapat dikontrol dengan sumber air laut dan air tawar.

Langkah ketiga yaitu perawatan rumput laut. Tanaman ini memperoleh nutrisi makanan dari air dan fotosintesis. Pergantian air pada tambak pun sebaiknya dilakukan satu kali seminggu untuk memperbarui unsur hara dalam tambak tersebut.

Baca Juga: Tidak Ribet, Begini Cara Budidaya Rumput Laut
Kecamatan Cileles Diproyeksikan Jadi Kampung Perikanan Budidaya Berskala Besar

Ketika sudah berumur tiga minggu, kedalaman tempat rumput laut dapat ditambahkan hingga 70 cm. Pada minggu kedua, amatilah proses pertumbuhannya. Jika terlihat kurang subur, lakukanlah pemupukan dengan urea atau natrium.

Rumput laut yang sudah berkembang kemudian dipecah untuk disebarkan ke tambak yang masih jarang. Tanaman ini pun dapat dirawat dengan dibersihkan dari sampah dan tanaman lain. Selain itu, tambak harus selalu dikontrol kadar garam sesuai dengan kebutuhan jenisnya.

Video Terkait