KKP Lantik 4 Kepala UPT Perikanan Budidaya Guna Genjot Akselerasi Program Terobosan 2022

Lahan budidaya perikanan. (Dok. KKP)

Editor: Tatang Adhiwidharta - Jumat, 21 Januari 2022 | 20:00 WIB

Sariagri - Program terobosan yang diprakarsai Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) melalui KKP Accelerate 2022 meliputi pertama, penerapan kebijakan penangkapan terukur berbasis kuota di setiap Wilayah Pengelolaan Perikanan untuk keberlanjutan ekologi, peningkatan PNBP, dan kesejahteraan nelayan. Kedua, pengembangan perikanan budidaya yang berorientasi ekspor, dengan komoditas unggulan antara lain udang, lobster, kepiting, dan rumput laut. Serta, ketiga, pembangunan kampung perikanan budidaya sesuai dengan kearifan lokal, untuk pengentasan kemiskinan sekaligus menjaga kepunahan komoditas yang bernilai ekonomis tinggi. Ketiga program terobosan tersebut perlu progres yang cepat, agar hasilnya bisa maksimal.

Mengingat dari tiga program terobosan tersebut, terdapat dua program terobosan untuk mendukung pengembangan perikanan budidaya, dalam rangka mengawal akselerasi dua program terobosan tersebut, Direktur Jenderal Perikanan Budidaya, Tb Haeru Rahayu melantik empat Kepala Unit Pelaksana Teknis (UPT) Direktorat Jenderal Perikanan Budidaya (DJPB) di Gedung Mina Bahari IV, Jakarta (20/1/2022).

Keempat pejabat yang dilantik, Boyun Handoyo yang dilantik sebagai Kepala Balai Perikanan Budidaya Air Payau (BPBAP) Situbondo. Sementara, Andi Artha Donny Oktopura yang sebelumnya menjabat sebagai Kepala Balai Perikanan Budidaya Air Tawar (BPBAT) Mandiangin dirotasi menjadi Kepala Balai Perikanan Budidaya Air Tawar (BPBAT) Sungai Gelam, Jambi.

Selanjutnya, Evalawati yang sebelumnya sebagai Plt. Kepala Balai Besar Perikanan Budidaya Laut (BBPBL) Lampung, menjadi Kepala Balai Perikanan Budidaya Air Tawar (BPBAT) Mandiangin.

Terakhir, Tebe sapaan akrabnya juga melantik Wendy Tri Prabowo sebagai Kepala Balai Produksi Induk Udang Unggul dan Kekerangan (BPIU2K) Karangasem, Bali, yang sebelumnya sukses mengembangkan Millenial Shrimp Farming (MSF) di BPBAP Situbondo.

Dalam kesempatannya, Tebe mengatakan pelantikan pejabat di lingkungan DJPB merupakan bagian dari kebutuhan, untuk selalu menjaga efektivitas dan efisiensi dalam lingkungan kerja di DJPB. Terlebih tiga program terobosan KKP, dua program tersebut di antaranya ada di DJPB.

“Rotasi yang dilakukan menjadi sangat penting, saya mengimbau kepada para Kepala UPT yang dilantik untuk terus mengawal akselerasi program-program terobosan perikanan budidaya hingga tercapai. Serta dapat menggerakkan seluruh pegawai yang berada di UPT masing masing dalam pencapaian target seperti di antaranya pemenuhan ketahanan pangan, pelestarian ikan endemik, penciptaan lapangan pekerjaan, peningkatan devisa negara, PNBP dan pajak serta peningkatan kesejahteraan pembudidaya ikan,” imbau Tebe.

Dalam menentukan pilihan, Tebe mengaku kami sudah menetapkan orang yang tepat. “Selain kami punya catatan portofolio, kami juga melihat kinerja di lapangan pejabat yang bersangkutan, seperti Wendy Tri Prabowo yang telah melakukan inovasi terobosan di BPBAP Situbondo dalam rangka peningkatan produksi udang nasional melalui inovasi teknologi MSF, dan saya minta di tempat yang baru, di BPIU2K Karangasem nanti terus kembangkan inovasi teknologi menghasilkan induk udang unggul dalam upaya peningkatan produksi udang nasional. Saya mengucapkan selamat bertugas dengan amanah yang baru, jalankan tugas dan fungsi dengan profesional, berintegritas, dan akuntabel,” ucap Tebe.

Tebe berharap dengan rotasi yang dilakukan dapat meningkatkan gairah dalam bekerja. “Tour of duty ini sesuatu yang tidak bisa dipungkiri, kalau terlalu lama bisa jenuh. Nggak baik untuk kinerja suatu organisasi, tidak baik untuk instansinya, dan tidak baik juga untuk orang-orangnya,” pungkas Tebe.

Sementara itu, Kepala BPIU2K Karangasem, Bali, Wendy Tri Prabowo mengatakan yang pertama kali akan dilakukan di Bali adalah memenuhi distribusi induk bagi para pembudidaya tradisional dan semi tradisional agar para pembudidaya bisa memiliki performa yang lebih baik lagi. Ia juga mengatakan ingin menelaah lebih jauh lagi, apa sebenarnya yang menjadi hambatan pada budidaya udang, sehingga perintah pertama yang diembannya adalah bagaimana bisa meningkatkan produksi udang dengan 2 pendekatan, yaitu penyediaan induk udang unggul dan penguatan sistem di Instalasi Pengolahan Air Buangan.

Dia menjelaskan induk udang unggul memiliki dua sifat utama yaitu pertumbuhan yang cepat, dan resistensi terhadap penyakit.

“Tahap awal kita akan improvisasi pada pertumbuhan cepat. Kami yakin pembudidaya tradisional bisa bangkit, karena kami akan melakukan pendekatan dan pendampingan. Ke depan kami akan selalu hadir untuk memberikan dukungan kepada pembudidaya dalam penyediaan induk unggul dan benih bermutu,” papar Wendy

Sementara di tempat yang sama, Kepala BPBAT Mandiangin, Evalawati mengaku merasa tertantang menempati posisi barunya di Mandiangin. Dia mengatakan pengembangan budidaya ikan lokal di Kalimantan menjadi potensi yang besar, terutama bagi ikan papuyu dan ikan gabus haruan.

Baca Juga: KKP Lantik 4 Kepala UPT Perikanan Budidaya Guna Genjot Akselerasi Program Terobosan 2022
Agar Tak Langgar Aturan, KKP Minta Pembudidaya Lobster di Sumbawa Lengkapi Perizinan Berusaha

“Pengembangan budidaya ikan lokal menjadi tantangan tersendiri, bayangkan ikan papuyu bisa dijual Rp120 ribu per kilogram, kalau pada komoditas ikan laut ini biasa, dan ini menjadi tantangan kedepan, dan saya mohon dukungan dari semua pihak,” tukas Evalawati.

Sementara, seperti diberitakan sebelumnya, Menteri Kelautan dan Perikanan, Sakti Wahyu Trenggono telah menyampaikan imbauan kepada seluruh pegawai KKP untuk terus mengawal program-program terobosan prioritas KKP hingga tercapai dengan cepat dan sesuai target.

Video Terkait