Peneliti Kembangkan Minyak Ikan untuk Bahan Pembuatan Deterjen

Ilustrasi minyak ikan (Pixabay)

Editor: Tatang Adhiwidharta - Jumat, 21 Januari 2022 | 16:55 WIB

Sariagri - Para ahli dari University of St Andrews, Skotlandia tengah mengembangkan proses baru yang menggunakan produk sampingan dari budidaya ikan untuk menghasilkan surfaktan, yakni salah satu komponen utama dalam pembuatan deterjen dan produk-produk kebersihan lainnya.

Didukung Pusat Inovasi Bioteknologi Industri (IBioIC), penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan alternatif yang lebih berkelanjutan untuk surfaktan berbasis petrokimia tradisional, yang dapat diproduksi dalam skala besar, demikian dikutip dari thefishsite.com.

Surfaktan adalah zat aktif yang digunakan untuk membersihkan kotoran di permukaan. Berbagai jenis surfaktan digunakan sebagai bahan pembasah, pengemulsi, dan bahan pembusa untuk berbagai produk.

"Saya sudah menggunakan limbah minyak ikan untuk menghasilkan biofuel, jadi saya memutuskan untuk mengeksplorasi proses dan bahan baku serupa untuk menghasilkan surfaktan berbasis bio dan kami senang melihat keberhasilan dari studi kelayakan awal,” ujar Dr Alfredo Damiano Bonacorso, peneliti senior di Universitas St Andrews.

Penelitian difokuskan pada limbah minyak ikan yang kaya akan asam lemak yang menyumbang sekitar seperempat dari total output produk sampingan sektor ini di Skotlandia, yang pada tahun 2020 menghasilkan sekitar 192.000 ton.Baca Juga: Peneliti Kembangkan Minyak Ikan untuk Bahan Pembuatan Deterjen
Ahli Biologi: Fluktuasi Stok Ikan Dipengaruhi Suhu Air Laut



Proses berbasis bio yang dikembangkan para peneliti di University of St Andrews ini diklaim lebih hemat biaya, efisien dan ramah lingkungan daripada metode tradisional untuk memproduksi surfaktan.

Tahap pengembangan selanjutnya, para peneliti bekerjasama dengan start-up Skotlandia, Eco Clean akan memastikan metode baru ini dapat direplikasi, mudah diterapkan, dan memungkinkan surfaktan diproduksi dalam skala besar.

Video Terkait