Gandeng AFD, KKP Kembangkan Empat Pelabuhan Perikanan Berwawasan Lingkungan

Ilustrasi - Perahu nelayan.(Pixabay)

Editor: Arif Sodhiq - Jumat, 21 Januari 2022 | 16:50 WIB

Sariagri - Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) akan mengembangkan empat pelabuhan perikanan berwawasan lingkungan atau eco fishing port di Pelabuhan Perikanan Samudera (PPS) Belawan, Cilacap, Kendari dan Bitung. Dalam pengembangan empat pelabuhan itu, KKP bekerja sama dengan Lembaga Pembangunan Prancis (AFD).

Direktur Jenderal Perikanan Tangkap KKP Muhammad Zaini dalam Kick Off Meeting Appraisal Mission Proyek Eco Fishing Port mengatakan pembangunan pelabuhan perikanan berwawasan lingkungan merupakan salah satu program prioritas KKP. Pendanaannya dilakukan melalui pinjaman dan atau hibah luar negeri (PHLN) yang difasilitasi AFD.

Proyek pengembangan pelabuhan perikanan berwawasan lingkungan telah tercantum dalam Blue Book Bappenas 2020-2024 dan Green Book 2021/DRPPLN (Dokumen Rencana Pemanfaatan Pinjaman Luar Negeri) Tahun 2020 sesuai Keputusan Menteri PPN/Bappenas Nomor 65 Tahun 2020.

Selain itu, proyek itu termasuk salah satu substansi kerja sama sektor kelautan dan perikanan yang ditandatangani langsung Menteri Kelautan dan Perikanan Sakti Wahyu Trenggono dan Menteri Kelautan Prancis Annick Girardin pada Juni 2021. Hal itu juga merupakan tindak lanjut hasil kunjungan kerja Menteri Trenggono ke Prancis pada Oktober 2021.

“Dengan konsep eco fishing port, fasilitas di pelabuhan perikanan diharapkan dapat memberikan pelayanan yang optimal kepada masyarakat perikanan. Selain itu juga menerapkan standar ketertelusuran hasil tangkapan ikan, dan mutu guna menunjang kelancaran ekspor,” kata Zaini.

Sementara itu, Direktur AFD Jakarta Office Emmanuel Baudran mengatakan eco fishing port tidak hanya semata-mata peningkatan infrastruktur, tetapi juga manajerial atau tata kelolanya, termasuk mutu ikan dan pemasarannya sehingga dapat menjadi nilai tambah.

“Indonesia dan Prancis memiliki kesamaan sebagai negara maritim yang memiliki visi untuk mewujudkan ekonomi biru. Sumber daya ikan perlu dikelola dengan baik agar terus berkelanjutan sejalan dengan percepatan ekonomi,” katanya.

Baca Juga: Gandeng AFD, KKP Kembangkan Empat Pelabuhan Perikanan Berwawasan Lingkungan
Menteri Trenggono Ajak Semua Pihak Geliatkan Pelabuhan Perikanan Untia

Pertemuan kali ini merupakan tahap lanjutan untuk pembahasan hasil kajian yang telah lama dilakukan sejak 2014.

Dokumen kesiapan proyek termasuk di dalamnya rencana pembiayaan diharapkan dapat rampung agar penandatanganan loan agreement dapat dilaksanakan pada tahun 2022.

Sebelumnya, Menteri Kelautan dan Perikanan Sakti Wahyu Trenggono mengatakan KKP masih membutuhkan sekitar 450 syahbandar untuk bertugas di seluruh pelabuhan perikanan di Tanah Air.

Video:

Video Terkait