Lezat Namun Beracun, Ini Fakta Ikan Buntal yang Jarang Diketahui

Ilustrasi Ikan Buntal (Pixabay)

Editor: Dera - Kamis, 20 Januari 2022 | 18:20 WIB

Sariagri - Ikan Buntal merupakan salah satu jenis ikan yang dikenal beracun. Ikan yang dapat mengembungkan badannya saat merasa terancam ini, mengandung racun tetrodotoksin (TTX).

Tetrodotoksin merupakan neurotoksin bisa menyerang sistem syaraf yang belum ada penawarnya. Mereka yang mengonsumsinya memiliki resiko kematian hingga 60%.

Salah satu ikan buntal yang cukup terkenal dengan racunnya yaitu ikan buntal pisang. Kandungan racun paling banyak terdapat pada jaringan ototnya, sementara dalam darahnya justru tidak ditemukan. Racun juga terdeteksi antara lain pada organ hati dan usus serta kulit.

Racun ikan buntal

Mereka yang mengalami keracunan ikan buntal bisa mengalami gejala berbeda-beda sesuai tingkat keparahan. Gejala awal yang kerap terjadi di antaranya berupa kebas pada lidah dan permukaan bagian dalam mulut, mual dan juga muntah. Kemudian berlanjut dengan mati rasa pada bagian wajah, tubuh tidak dapat bergerak, hingga gagal napas dan akibat terburuknya yaitu kematian.

Waktu timbulnya gejala akibat racun tetrodotoksin ini bervariasi. Mulai dari 20 menit hingga 3 jam setelah mengonsumsi ikan buntal, bahkan ada yang lebih lama dari itu.

Hal pertama yang bisa dilakukan ketika keracunan yakni memuntahkan ikan yang sudah dimakan dan kemudian segera mendapatkan perawatan di rumah sakit.

Baca Juga: Lezat Namun Beracun, Ini Fakta Ikan Buntal yang Jarang Diketahui
Tingkatkan Ekonomi Nelayan, Warga Bantul Kini Diwajibkan Makan Ikan Setiap Senin

Meski berisiko tinggi, namun daging ikan ini masih saja diminati lantaran rasanya yang lezat. Namun penting untuk Sobat AGri tahu  teknik yang tepat untuk bisa memasak ikan buntal menjadi makanan yang lezat dan aman dikonsumsi.

Saat akan memasak ikan ini, pertama-tama perlu menyingkirkan bagian-bagian ikan yang terkontaminasi racun terlebih dahulu. Begitu pula saat mengolahnya harus hati-hati, karena racun tetrodotoksin tidak hilang dalam proses pemanasan ataupun pembekuan sehingga berisiko tersebar ke bagian daging ikan, jika akamu salah salam mengolahnya. 

 

Video Terkait