KKP Genjot Peluang Investasi di Sektor Perikanan Selama 2022

Sektor perikanan.(Dok.KKP)

Editor: Tatang Adhiwidharta - Kamis, 20 Januari 2022 | 17:35 WIB

Sariagri - Kebijakan penangkapan ikan terukur yang digagas Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) dalam salah satu program terobosannya, akan diimplementasikan pada bulan Maret 2022 ini. Dimana wilayah pertama yang akan menerapkan yaitu WPP 718 Laut Arafura.

Hal tersebut diungkap oleh, Plt. Direktur Perizinan dan Kenelayanan, Direktorat Jenderal Perikanan Tangkap, Mochmad Idnillah. Menurutnya, Penerapan kebijakan penangkapan ikan terukur membawa peluang usaha turunan yang sangat banyak.

Dia mencontohkan mulai dari usaha penangkapan yang sistemnya akan diatur dalam zonasi dan kuota, docking kapal, kebutuhan perbekalan melaut, bahan bakar minyak, hingga jasa angkutan hasil tangkapan.

"Tentunya prioritas untuk domestik player, yang utama tetap dari domestik, dari lokal. Bahkan banyak sekali dari pengusaha lokal yang bagus usahanya, itu yang akan kita dorong untuk ikut ke sana," ujarnya dalam webinar Bincang Bahari, Kamis (20/1/2022).

"Kebijakan penangkapan ikan terukur ini juga dalam mekanismenya bahwa kapal-kapal yang beroperasi di masing-masing zona, harus mendaratkan ikan di sana, membeli perbekalan di sana, dan ekonomi lainnya di sana. Sehingga akan tumbuh kegiatan ekonomi di sana, bukan lagi berpusat di Pulau Jawa," tambahnya.

Menyoal kuota dan zonasi penangkapan ikan, kata dia, berpedoman pada hasilan kajian yang diberikan oleh Komisi Nasional Pengkajian Ikan (Komnas Kajiskan). Langkah science based diambil untuk memastikan keseimbangan antara kesehatan laut dan pertumbuhan ekonomi yang dihasilkan.

Selain kebijakan penangkapan terukur, KKP juga akan mulai melakukan uji coba penarikan PNBP Pascaproduksi di Pelabuhan Perikanan Samudera Cilacap dan Pelabuhan Perikanan Nusantara Kejawanan, Cirebon. Tahun depan, penarikan PNBP bidang perikanan tangkap seutuhnya menggunakan mekanisme PNBP Pascaproduksi ini.

Baca Juga: KKP Genjot Peluang Investasi di Sektor Perikanan Selama 2022
Dukung Penangkapan Ikan Terukur, KKP Kolaborasi dengan Berbagai Pihak

Sementara itu, CEO eFishery, Gibran Huztaifah mengakui besarnya potensi investasi kelautan dan perikanan di Indonesia. Menurutnya, hal itu merujuk pada tingginya minat pasar global atas produk perikanan, ketersediaan lahan untuk budidaya dan kekayaan sumber daya ikan, hingga sudah tersedianya inovasi teknologi untuk mendukung peningkatan volume dan kualitas produk yang dihasilkan.

"Kalau kita ngomongin budiaya, Indonesia ini paling besar. Sayangnya prosesnya selama ini tidak dikelola secara profesional. Nah dengan adanya program tersebut sangat tepat, karena potensi market global sangat besar, dan kita cukup kompetitif, asal kita mengelola ini bersama-sama secara profesional sehingga hasilnya optimal," paparnya.

Video Terkait