Ratusan Nelayan Tak Berani Melaut Akibat Fenomena Waterpout

Fenomena Waterpout buat nelayan tak bisa melaut. (Sariagri/Arief L)

Editor: Tatang Adhiwidharta - Kamis, 20 Januari 2022 | 13:50 WIB

Sariagri - Dilanda cuaca buruk ratusan nelayan yang tinggal di Pesisir Pantai Jangkar Kabupaten Situbondo, Jawa Timur tidak berani melaut. Kondisi hujan lebat, disertai gelombang tinggi dan angin kencang dikhawatirkan dapat mengancam keselamatan nelayan dalam mencari ikan.  

Sejumlah nelayan menyebutkan, sudah sepekan terakhir terjadi cuaca ekstrem di pesisir laut Situbondo. Mereka mengaku takut melaut, disaat cuaca saat buruk seperti saat ini. Karena jika dipaksakan perahu akan hancur dan tenggelam akibat diterjang gelombang tinggi.

“Ombaknya tinggi mencapai 4 meter, ditambah hujan lebat terus menerus selama sepekan terakhir. Belum lagi adanya angin kencang, bahkan kemarin muncul putng beliung atau waterspout. Kalau dipaksakan melaut bisa karam dihantam puting beliung itu,” ujar salah seorang nelayan, Nurul kepada Sariagri, Kamis (20/1/2022).

Baca Juga: Ratusan Nelayan Tak Berani Melaut Akibat Fenomena Waterpout
Cuaca Ekstrem Gelombang Sampai 3,5 Meter, Nelayan Daerah Ini Ramai Singkirkan Kapal di Daratan

Untuk mengisi kekosongan waktu akibat tak melaut, para nelayan memilih memperbaiki jaring ikan yang rusa serta membenahi perahu mereka.  Terhentinya aktivitas nelayan di laut, juga berdampak pada kekosongan pasokan di Tempat Pelelangan Ikan (TPI) Situbondo. Kondisi ini membuat harga jual ikan laut dipasaran melonjak tajam.

“Tidak ada nelayan yang berani melaut akibat cuaca buruk ini. kalaupun ada yang nekat itupun jumlahnya sedikit sekali. Dampaknya TPI sepi ikan, stoknya sedikit sekali dan harganya mahal. Itupun paling banyak ikan keci-kecil yang ditangkap para nelayan di pinggir laut,” tandasnya.

Video Terkait