KNTI Desak Pemerintah Realisasikan Jaminan Hari Tua Bagi Nelayan

Ilustrasi - Ikan hasil tangkapan nelayan.(Pixabay)

Editor: Arif Sodhiq - Kamis, 20 Januari 2022 | 12:40 WIB

Sariagri - Kesatuan Nelayan Tradisional Indonesia (KNTI) meminta Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) merealisasikan kebijakan jaminan hari tua bagi nelayan tradisional sebagai upaya memberi kesejahteraan bagi nelayan kecil.

“Kami meminta Menteri KKP merealisasikan kebijakan jaminan hari tua bagi nelayan kecil, sehingga nelayan memiliki insentif atas kontribusi pentingnya bagi pemenuhan kebutuhan pangan di dalam negeri,” ujar Ketua KNTI Wilayah Aceh Azwar Anas.

Menurut dia, nelayan memiliki kontribusi besar untuk pemenuhan kebutuhan pangan dalam negeri. Selain itu pekerjaan nelayan memiliki risiko yang sangat besar.
​​​​
Azwar mengatakan, kebakaran tiga unit kapal nelayan di Muara Angke, Penjaringan, Jakarta Utara baru-baru ini harus menjadi pelajaran dan mendapat perhatian pemerintah. Kejadian itu bukan kali pertama namun pernah terjadi di beberapa daerah sehingga perlu evaluasi mendalam terutama, otoritas pelabuhan perikanan.

“Peristiwa ini menegaskan bahwa menjadi nelayan memiliki risiko besar yang harus diantisipasi oleh otoritas pelabuhan. Bisa saja mengalami kecelakaan di laut atau kebakaran ketika kapal bersandar di pelabuhan,” katanya.

Meski kebakaran kapal itu tidak mengakibatkan korban jiwa, namun tetap akan menimbulkan kerugian ekonomi, baik bagi pemilik maupun awak kapal perikanan yang bekerja di kapal itu.

“Selain risiko kebakaran, kapal-kapal nelayan juga berisiko rusak ketika berlabuh terutama di daerah yang belum memiliki dermaga ataupun pelabuhan. Jika pun ada pelabuhan, tetapi infrastrukturnya masih belum memadai,” kata Azwar.

Dia mencontohkan wilayah utara Aceh yang pada periode Desember hingga akhir Januari biasanya memasuki angin barat dengan kondisi angin kencang dan ombak besar. Kondisi ini menjadi tantangan bagi nelayan dalam melakukan aktivitas usahanya.

“Cuaca ekstrem ini mengganggu aktivitas usaha nelayan terutama nelayan kecil, terlebih saat ini periode cuaca ekstrem tergolong panjang seiring dengan adanya dampak dari perubahan iklim,” katanya.

Baca Juga: KNTI Desak Pemerintah Realisasikan Jaminan Hari Tua Bagi Nelayan
Bahas Aturan Penangkapan Ikan Sistem Kontrak, KKP Jaring Masukan Para Pelaku Usaha

Sebagian nelayan, lanjut dia, tetap memaksakan diri melaut karena tuntunan pemenuhan ekonomi, meski mereka sadar risiko yang akan dihadapi.

Karena itu, KNTI berharap pemerintah dapat memberikan perlindungan jiwa dan ekonomi saat memasuki musim atau cuaca ekstrem. Dengan demikian, nelayan kecil tidak perlu lagi memaksakan diri melaut karena sangat berisiko.

Video:

Video Terkait