Tingkatkan Ekonomi Nelayan, Warga Bantul Kini Diwajibkan Makan Ikan Setiap Senin

Ilustrasi ikan. (pixabay)

Editor: Dera - Rabu, 19 Januari 2022 | 16:05 WIB

Sariagri - Kabupaten Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) memiliki peraturan unik yang diberlakukan setiap hari Senin yakni seluruh kegiatan baik birokrasi, DPRD, maupun masyarakat, wajib menghidangkan menu atau olahan berbahan dasar ikan.

Bukan hanya imbauan, peraturan makan ikan tiap Senin tersebut ditopang dengan Surat Edaran Nomor 523/05106/ADPEREKO tentang Gerakan Memasyarakatkan Makan Ikan (GEMARIKAN).

"Jadi setiap Senin semua kegiatan rapat, pertemuan dan kegiatan lainnya menyajikan menu ikan atau produk olahan ikan laut atau ikan air tawar dari Kabupaten Bantul.

Tujuannya apa? Tujuannya, selain meningkatkan konsumsi makan ikan di masyarakat, program itu juga bertujuan meningkatkan perekonomian nelayan pasca-dihantam pandemi,” demikian papar Wakil Bupati Bantul Joko Purnomo kepada wartawan di Bantul, Rabu (18/1).

Lebih jauh gerakan makan ikan ini sangat penting untuk dapat menekan angka gizi buruk dan stunting di Kabupaten Bantul mengingat angka stunting di Kabupaten Bantul masih cukup tinggi. Tercatat pada 2020 lalu angka stunting di Bantul masih berada di 1850 kelahiran bayi. Di Provinsi DIY total stunting masih berada di kisaran 19 persen dari total kelahiran bayi.

Joko sekali lagi menekankan bahwa peraturan baru mengenai kewajiban menghidangkan menu ikan ini tidak hanya ditujukan kepada birokrat di Bantul, BUMN, dan BUMD yang berkantor di Bantul, melainkan juga seluruh organisasi, perusahaan, pimpinan hotel, penginapan, catering, dan seluruh masyarakat Bantul.

“Jadi ini gerakan seluruh masyarakat ya, sehat badan sekaligus ekonomi pembudidaya ikan dan nelayan, meningkat,” jelas Joko.

Dihubungi terpisah, Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan (DKP) Kabupaten Bantul mengatakan bahwa tingkat konsumsi makan ikan di masyarakat Bantul menempati nomor tiga di provinsi setelah Kota Yogya, dan Sleman.

“Ini cukup rendah ya,” jelasnya hari ini.

Istriyani mengungkapkan target konsumsi ikan di Bantul dari Kementerian Kelautan dan Perikanan hampir 60 kilogram/kapita setiap tahunnya. Namun, kenyataannya di Bantul masih jauh dari target.

"Untuk tingkat konsumsi ikan di Bantul masih 31 kilogram per kapita per tahun, baru setengah dari target," katanya.

Selain dengan peraturan yang baru saja terbit tentang GEMARIKAN, pihaknya saat ini terus berupaya menggenjot tingkat konsumsi makan ikan di Kabupaten Bantul dengan mengadakan Festival Punjungan atau hantaran hajatan yang saat ini masih identik dengan menu daging ayam atau sapi.

"Festival Punjungan yang selama ini pakai daging ayam atau sapi kita ganti dengan menu ikan. Apalagi harga ikan kan lebih murah dibanding lauk lainnya," terangnya

Baca Juga: Tingkatkan Ekonomi Nelayan, Warga Bantul Kini Diwajibkan Makan Ikan Setiap Senin
KKP Tetapkan 4 Kampung Budidaya Ikan dan Rumput Laut di Provinsi Ini

Di Kecamatan Bantul saat ini juga gencar mendorong kecintaan pada ikan dengan mengubah pagar kantor menjadi akuarium besar dan mendorong meski tidak mewajibkan pasangan menikah untuk melepas bibit ikan ke sungai.

“Dengan ini kita ingin masyarakat dekat dengan ikan sekaligus mencintai lingkungan. Sudah ada belasan pasangan menikah yang melepas ikan ke sungai, mereka juga senang, jadi kenangan seumur hidup sekaligus jadi peduli dengan sungai,” jelas Camat Kecamatan Bantul, Fauzan Mu’arifin, hari ini.

Video Terkait