Menilik Penggunaan Aerator Kolam Koi untuk Meningkatkan Oksigen

Ilustrasi ikan koi (pxhere)

Penulis: Rashif Usman, Editor: Tatang Adhiwidharta - Senin, 17 Januari 2022 | 17:55 WIB

Sariagri - Ikan koi meruapakan salah satu ikan hias yang banyak digemari masyarakat Tanah Air. Ada berbagai jenis ikan koi yang bisa dipelihara. Namun, saat pemeliharaan penting untuk kita mengetahui cara perawatannya supaya tidak cepat mati.

Salah satu perawatan ikan koi adalah penggunaan aerator. Prinsip kerja alat ini adalah untuk menambahkan oksigen terlarut di dalam air. Penempatan lokasi aerator yang tepat pada kolam akan menyediakan kebutuhan oksigen. Selain itu, aerator juga berfungsi untuk menggerakan air supaya kotoran tidak mengendap.

Daya dorong aerator akan dipengaruhi oleh kedalaman kolam ikan koi. Semakin dalam kolam maka tekanan airnya tinggi, sehingga dibutuhkan pula aerator yang berdaya besar. Untuk kedalaman kolam sampai 1 meter, bisa digunakan aerator berdaya kisaran 20-40 watt. Sementara, kolam 2 meter membutuhkan aerator dengan daya 60-80 watt.

Prinsip kerja aerator ini akan menghasilkan gelembung dengan dorongan ke atas, dan menarik arus air dari arah samping dan bawahnya. Semakin besar dorongan ke atas, maka pusaran yang terbentuk juga semakin besar.

Cara Menggunakan Aerator Kolam Koi

Para penghobi ikan koi tentu sudah familiar dengan proses aerasi yang ditandai dengan gelembung udara yang dihasilkan dari sebuah pompa udara. Akan tetapi, tak semua menggunakannya dengan tepat. Seringkali para penghobi memelihara ikan koi dengan aerator yang tidak sesuai dan memasangnya disembarang tempat.

1. Pilih Kapasitas Mesin Aerator

Ketika membeli pompa udara sebagai aerator, penting untuk memperhatikan seberapa besar kebutuhan dengan kondisi kolam. Untuk berbagai keperlukan, kamu dapat menyambung selang secukupnya supaya mencapai titik-titik yang diinginkan. Dapatkan pompa udara dengan kapasitas yang cukup, tidak mengeluarkan bunyi dan awet digunakan.

2. Luasan Kolam

Perhatikan dimensi kolam yang ingin digunakan. Jika kolam tidak terlalu luas tetapi dalam, misal panjang kolam 3 meter dengan kedalaman 1,5 meter, maka kolam tersebut membutuhkan tambahan aerator.

Semakin dalam kolam yang digunakan, maka kandungan oksigen yang larut dalam air tentu diperlukan lebih banyak lagi. Kadar oksigen yang larut dalam air paling besar adalah yang berada di sekitar permukaan air.

Baca Juga: Menilik Penggunaan Aerator Kolam Koi untuk Meningkatkan Oksigen
Kisah Pria Rela Jual Sebidang Tanah untuk Beli Ikan Koi Berkualitas Tinggi Seharga Rp1 Miliar

Pemasangan titik aeratr di dasar kolam akan menimbulkan gerakan air memutar, yang membuat air didasar terangkat keatas dan sebaliknya. Dengan pergerakan air seperti, maka kondisi kadar oksigen akan lebih merata.

3. Ruang Filter

Sebaiknya tidak menutup terlalu rapat ruang filter pada kolam yang kamu gunakan. Piihkan penutup yang ringan saja, seperti dari bilang papan kayu yang dijajar dengan jarak secukupnya. Hal ini bertujuan agar sirkulasi udara tidak terhambat.

Video Terkait