Puluhan Penyu Hasil Sitaan TNI AL Dilepasliarkan di Pantai Kuta

Puluhan penyu hasil sitaan dilepasliarkan di Pantai Kuta, Bali.(KKP)

Editor: Arif Sodhiq - Kamis, 13 Januari 2022 | 19:15 WIB

Sariagri - Puluhan ekor penyu hasil sitaan TNI AL dilepasliarkan di Pantai Kuta, Kabupaten Badung, Bali. Pelepasliaran penyu itu dengan pendampingan intensif Balai Pengelolaan Sumberdaya Pesisir dan Laut (BPSPL) Denpasar. 

Kepala BPSPL Denpasar Permana Yudiarso menjelaskan dalam upaya penyelundupan yang berhasil digagalkan TNI AL Denpasar, petugas menemukan 32 ekor penyu. Sebanyak 31 ekor penyu dalam kondisi hidup dan satu ekor telah berupa daging.

Penyu-penyu itu kemudian direlokasi ke Turtle Conservation and Education Center (TCEC), Serangan, Denpasar guna menjalani pemeriksaan kesehatan.

Dari hasil pemeriksaan, diketahui 29 ekor penyu terlihat aktif berenang dan memiliki nafsu makan baik sehingga direkomendasikan untuk dilepaskan. Sementara penyu dengan nomor tagging IDB1273 menunjukkan gangguan berenang (buoyancy) dan peradangan paru-paru.

"Dalam perkembangannya, penyu dengan tagging IDB1285 dan IDB1273 mati pada 6 dan 7 Januari 2022,” ujarnya melalui keterangan resmi KKP, Kamis (13/1/2022).

Yudi mengungkapkan hasil nekropsi sementara menunjukkan penyu mati akibat penyumbatan pada pembuluh darah utama karena ditemukannya parasit. Selain itu, ditemukan peradangan pada beberapa lokasi di usus halus disertai nodul putih dan granuloma multifocal di cranioventral paru-paru lobus kanan. Penyu yang mati lalu dikubur di halaman belakang TCEC.

Jenis penyu hasil sitaan itu di antaranya penyu hijau (Chelonia mydas) dan penyu lekang (Lepidochelys olivacea) dilepasliarkan di koordinat 8° 43' 22,854" LS115° 10' 10,4196" BT  pada 8 Januari 2022.

Baca Juga: Puluhan Penyu Hasil Sitaan TNI AL Dilepasliarkan di Pantai Kuta
Tangani Mamalia Laut Terdampar, KKP Gandeng Perhimpunan Dokter Hewan

Sementara itu, Plt. Direktur Jenderal Pengelolaan Ruang Laut, Pamuji Lestari mengatakan pelepasliaran penyu dapat menjadi sarana edukasi kepada masyarakat umum mengenai pentingnya melestarikan penyu.

“Sesuai dengan Peraturan Pemerintah Nomor 7 Tahun 1999 dan Surat Edaran Menteri Kelautan dan Perikanan Nomor 526 Tahun 2015, penyu termasuk biota dilindungi dan sesuai Undang-Undang Nomor 5 Tahun 1990 Pasal 40 Ayat (2), sanksi pidana bagi orang yang sengaja melakukan pelanggaran.  Selain itu penyu berperan penting dalam menjaga keseimbangan ekosistem laut,” tandasnya.

Video:

Video Terkait