Banjir Rendam Ribuan Hektare Tambak di Lamongan, Diperkirakan Kerugian Petani Mencapai Rp19 Miliar

Petani tambak di Lamongan mencoba menjala ikan yang hanyut terbawa banjir akibat luapan Bengawan Jero. (Foto Sariagri/Arief L)

Editor: M Kautsar - Rabu, 5 Januari 2022 | 11:00 WIB

Sariagri - Hujan dengan intensitas tinggi yang mengguyur wilayah Kabupaten Lamongan, Jawa Timur membuat debit air Bengawan Jero, meluap. Akibatnya ribuan hektare tambak terendam banjir dan sebagian diantaranya jebol.

Kondisi ini membuat petani tambak merugi lantaran banyak ikan yang hilang hanyut terbawa banjir. Salah satunya, dialami Syifaur Rifa, petani tambak Desa Rejotengah, Kecamatan Deket, Kabupaten Lamongan. Akibatnya benih ikan yang baru ditabur dua pekan lalu hanyut terbawa arus banjir luapan Bengawan Jero.

"Saya sudah mencoba menjala berulang-ulang hingga memasang jaring di sekeliling bibir tanggul tambak yang jebol tapi tetap saja hasilnya nihil. Perkiraaan 3.000 benih ikan hanyut terbawa banjir Bengawan Jero," kata Rifa kepada Sariagri, Selasa (4/1).

Menurut Rifa, banjir akibat luapan Bengawan Jero ini sudah terjadi lebih dari sepekan dan belum kunjung surut. Selain merugikan pemilik tambak ikan, banjir ini juga merendam jalan di pemukiman warga.

Bahkan jebolnya tambak, membuat banyak benih ikan yang masuk ke rumah-rumah warga. Sebagian warga berhasil menangkap ikan yang lepas dari tambak dan menempatkannya di jala depan rumah.

"Kasihan lihat petani tambak yang ikannya hilang akibat banjir. Ini saya berhasil menangkap sekitar 30 ekor nila merah. Kalau ketemu pemiliknya akan saya serahkan," kata seorang warga, Sri Utami sambil menunjuk jaring tempat menampung ikan sementara.

Plt Kepala Dinas Perikanan Lamongan, Yuli Wahyuono akibat banjir pihaknya memperkirakan seluruh petani tambah menderita kerugian mencapai Rp19 miliar lebih.

Rinciannya di wilayah Kecamatan Kalitengah, ada luasan 1.950 hektare tambak di 17 desa yang terendam. Kemudian, tambak 836 hektare di 8 desa di Kecamatan Karangbinangun ikut terdampak.

"Selain data di atas ada tambahan tambak 720 hektare di 9 desa di wilayah Kecamatan Glagah, dan 618 hektare pada 6 desa di Kecamatan Turi yang terendam banjir,” kata Yuli.

Video Terkait