Mengenal Cacing Nipah, Umpan Andalan Saat Mancing Ikan

Cacing nipah. (foter)

Editor: Dera - Selasa, 21 Desember 2021 | 23:00 WIB

Sariagri - Bagi pemancing, tentu sudah tidak asing dengan cacing tanah untuk umpan ikan yang mudah diperoleh di mana saja. Cacing tanah hampir disukai semua jenis ikan terutama ikan lele, gabus dan sejenisnya.

Tapi ternyata cacing tanah bukanlah satu-satunya jenis cacing yang cocok digunakan untuk umpan ikan. Ada satu jenis cacing yaitu cacing nipah yang paling disukai ikan terutama jenis ikan baung, lele, gabus dan ikan yang hidup di rawa-rawa.

Cacing dengan nama ilmiah Namalycastis.ini termasuk jenis cacing laut dari kelas Polychaeta. Di beberapa daerah, cacing nipah juga disebut cacing welur, cacing kapang, cacing bakau, klelet, atau pumpun.

Hewan melata ini hidup di hutan bakau dan suka bersembunyi di bawah pohon nipah yang telah mati. Distribusi wilayah cacing ini meliputi wilayah tropis dan subtropis baik di perairan tepi laut atau air payau. 

Ciri-ciri cacing nipah

Secara morfologis, tubuh cacing nipah terbagi menjadi tiga bagian yaitu bagian depan (prasegmental) bagian tengah (segmental), dan belakang (postsegmental). Pada bagian depan terdapat kepala, mata dan dua buah taring yang kuat pada rahang untuk memangsa hewan melata lainnya.

Bada bagian tengah tubuhnya terdapat segmen-segmen seragam yang dilengkapi dua pasang kaki (parapodia) pada setiap segmennya. Selain untuk berjalan, parapodia juga digunakan sebagai alat pernapasan.

Warna tubuh cacing ini hampir mirip dengan cacing tanah, namun beberapa spesies di antaranya bisa berwarna hitam terutama cacing nipah yang telah tua. Berbeda dengan cacing tanah, tubuh cacing ini bisa berukuran sebesar ibu jari dengan panjang mencapai 2,5 meter.

Namun pada saat dewasa, cacing nipah juga akan mengalami perubahan bentuk tubuh seperti menjadi lebih pendek, gemuk dan kakinya melebar.

Selain umpan pancing yang andal, hewan ini juga digunakan sebagai pakan udang alami yang bergizi tinggi. Bagian yang sering digunakan sebagai umpan adalah ekornya, yakni dengan memotong bagian ekor sedikit demi sedikit.

Baca Juga: Mengenal Cacing Nipah, Umpan Andalan Saat Mancing Ikan
Cara Mengawinkan Cupang dengan Mudah di Rumah

Jika tidak habis biasanya cacing tetap hidup asalkan masih terdapat kepala dan sebagian tubuhnya. Sisa cacing bisa digunakan kembali asalkan kondisinya masih hidup. Tempatkan sisa potongan cacing tersebut ke dalam wadah plastik yang terpisah dari cacing utuh lainnya.

Selain umpan pancing dan pakan udang, cacing ini juga sering digunakan untuk penelitian, yaitu sebagai indikator lingkungan tercemar. Dimana tubuh Namalycastis memiliki respon terhadap polutan limbah industri dan mampu hidup dalam air dengan kadar oksigen rendah.

Video Terkait