Atasi Spesies Invasif, Ilmuwan Ciptakan Robot untuk Menakuti Ikan Nyamuk

Ikan nyamuk (Mosquitofish).(Pixnio)

Editor: Arif Sodhiq - Senin, 20 Desember 2021 | 07:00 WIB

Sariagri - Ikan nyamuk atau mosquitofish (gambusia holbrooki) telah menimbulkan masalah besar di perairan Australia sejak kedatangannya dari Amerika Serikat pada 1920-an. Baru-baru ini, tim ahli biologi dan insinyur dari berbagai disiplin ilmu dari Australia, AS, dan Italia menemukan metode baru yang menjanjikan untuk mengendalikan populasi ikan nyamuk melalui robot ikan. 

Diterbitkan di jurnal iScience, para peneliti menguraikan bagaimana mereka merancang robot itu untuk meniru penampilan dan gerakan pemangsa utama ikan nyamuk, bass mulut besar (Micropterus salmoides).

“Kami membuat mimpi terburuk mereka menjadi nyata, robot yang menakuti ikan nyamuk tetapi tidak dengan hewan lain di sekitarnya,” ujar penulis utama Giovanni Polverino dari University of Western Australia.

Dibantu computer vision, robot itu bisa menyerang seperti pemangsa sungguhan ketika melihat ikan nyamuk mendekati kecebong (Litoria moorei), spesies yang terancam oleh ikan nyamuk. Ancaman yang dilakukan robot ikan secara terus-menerus mengakibatkan perubahan perilaku pada ikan nyamuk.

Dalam uji coba akuarium, ikan nyamuk cenderung berkumpul bersama, ragu-ragu untuk menjelajah ke perairan terbuka yang belum dikenal. Ikan-ikan itu berenang aktif dibandingkan ikan lain yang tidak bertemu robot.

Dengan bantuan computer vision, robot ikan dapat membedakan antara ikan nyamuk dan berudu secara real time. Robot itu akan menyerang ketika ikan nyamuk mendekati berudu. Penelitian juga membuktikan, ketika dipindahkan kembali ke akuarium yang aman dan bebas robot, ikan nyamuk menunjukkan tanda-tanda kecemasan selama berminggu-minggu.

Setelah lima minggu dihadapkan dengan robot, peneliti menemukan fisiologi ikan nyamuk bergeser, dengan energi didistribusikan menjauh dari reproduksi dan menuju kelangsungan hidup dasar. Tubuh jantan menjadi kurus dan ramping dengan otot lebih kuat di dekat ekor untuk melarikan diri dengan cepat.

Ikan jantan juga memiliki jumlah sperma lebih rendah, sementara betina menghasilkan telur lebih ringan. Perubahan ini mungkin membahayakan kelangsungan hidup spesies dalam jangka panjang.

“Mosquitofish adalah salah satu dari 100 spesies invasif terburuk di dunia. Metode saat ini untuk membasminya terlalu mahal dan butuh waktu untuk membedakan penyebarannya secara efektif,” kata Polverino.

“Alih-alih membunuh satu per satu, kami menghadirkan pendekatan yang dapat menginformasikan strategi lebih baik untuk mengendalikan hama global ini," tambahnya, seperti dilansir Cosmos Magazine.

Meski menjanjikan, saat ini tim masih perlu mengatasi beberapa tantangan teknis sebelum melangkah lebih maju setelah uji coba akuarium.

“Meski berhasil menggagalkan nyamuk, ikan robot yang tumbuh di laboratorium belum siap untuk dilepaskan ke alam liar,” kata penulis senior Maurizio Porfiri dari New York University.

Baca Juga: Atasi Spesies Invasif, Ilmuwan Ciptakan Robot untuk Menakuti Ikan Nyamuk
Menengok Proyek IFish, Upaya Pengelolaan Ikan Sidat Secara Berkelanjutan



Sebagai langkah awal, peneliti akan menguji metode ini di kolam kecil dan jernih di Australia, di mana dua ikan yang terancam punah oleh ikan nyamuk.

“Spesies invasif adalah masalah besar di seluruh dunia dan merupakan penyebab tertinggi kedua hilangnya keanekaragaman hayati,” kata Polverino.

“Semoga, pendekatan kami menggunakan robotika untuk mengungkap kelemahan hama akan membuka pintu untuk meningkatkan praktik biokontrol kami dalam memerangi spesies invasif. Kami sangat bersemangat melakukannya," pungkasnya.

Video terkait:

 

Video Terkait