Penyerapan KUR Sektor KP hingga September 2021 Capai Rp5,98 Triliun

Penyerapan kredit usaha rakyat periode Januari-September 2021.(Sariagri/Arif Ferdianto)

Editor: Arif Sodhiq - Rabu, 8 Desember 2021 | 16:00 WIB

Sariagri - Sepanjang Januari-September 2021, penyerapan kredit usaha rakyat (KUR) sektor kelautan dan perikanan melesat 69,3 persen dengan pertumbuhan jumlah debitur 58,5 persen.

“Bicara permodalan ini kredit usaha rakyat yang ada di sektor kelautan perikanan Alhamdulillah juga naik pesat. Tahun 2020 itu sebesar Rp5,56 triliun dan disebarkan di 173.355 debitur,” ujar Direktur Jenderal Penguatan Daya Saing Produk Kelautan dan Perikanan (PDSPKP), Artati Widhiarti dalam konferensi pers di Jakarta, Rabu (8/12/2021).

Artati menyebutkan data penyerapan KUR dari Januari-September 2021 telah tersalurkan Rp5,98 triliun. Penyaluran terbesar untuk pengolahan dan pemasaran naik 94,03 persen, budidaya naik 64,4 persen, jasa perikanan naik 57,4 persen dan penangkapan meningkat 50,5 persen.

"Total dana yang akan disalurkan melalui KUR kami perkirakan mencapai Rp8 triliun di akhir tahun 2021," katanya.

Dia mengungkapkan investasi sektor kelautan dan perikanan mengalami peningkatan selama periode Januari-September 2021. Dia menyebutkan investasi pada tahun 2020 sebesar Rp6,2 triliun, sementara pada September 2021 nilainya Rp4,11 triliun.

“Kalau kita lihat dari tahun 2020 ke 2021 ini ada sedikit pelambatan khususnya dari PMA karena pengaruh dari pandemi sehingga beberapa pihak menahan rencana investasi,” katanya.

Baca Juga: Penyerapan KUR Sektor KP hingga September 2021 Capai Rp5,98 Triliun
Bukan Main! Arab Saudi Bangun Wisata Ekstrem di Tengah Laut

Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP), optimistis akan terjadi percepatan realisasi investasi seiring dengan penanganan pandemi COVID-19. Selain itu juga program terobosan KKP yang mendorong investasi baru pada usaha penangkapan terukur dan budidaya untuk ekspor.

Dalam paparan yang ditampilkan, prognosa investasi sektor kelautan dan perikanan di tahun 2021 diperkirakan Rp5,61 triliun.

Video terkait:

 

Video Terkait